Efek Domino Bantahan Direktur FBI pada Trump

Rinaldy Sofwan , CNN Indonesia | Selasa, 21/03/2017 12:48 WIB
Klaim Presiden Trump ditampik oleh bos intelijen pilihannya sendiri. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur FBI James Comey kembali melontarkan pernyataan yang berdampak besar bagi iklim politik Washington dalam kesaksiannya di hadapan Kongres terkait campur tangan pemerintah Rusia dalam pemilihan umum Amerika Serikat.

Lima bulan lalu, Partai Demokrat dibuat marah oleh penyelidikan yang dilakukan Comey terhadap server surat elektronik Hillary Clinton. Kini, giliran Partai Republik yang kesal karena bos detektif itu mengakui anak buahnya menyelidiki kolusi antara tim sukses Donald Trump dan Moskow.

Dengan mengonfirmasi penyelidikan itu secara publik, Comey berisiko menggerus kekuatan politik Gedung Putih dan Presiden Trump di saat-saat yang krusial.

Mungkin saja orang-orang di lingkaran Trump tidak akan berhadapan dengan masalah hukum terkait polemik ini. Bahkan, mungkin operasi kontra-intelijen FBI pun bisa jadi menyimpulkan tidak ada kolusi yang dilakukan oleh sang Presiden dengan pemerintah Rusia.

Namun, berdasarkan analisis CNN, kecurigaan publik akan membayangi para anak buah Trump seperti mantan ketua tim sukses, Paul Manafort--yang telah membantah berbuat kesalahan--dan staf ahli kebijakan luar negeri Carter Page. Lebih jauh, integritas Trump sendiri malah bisa turut dipertanyakan.

Tak berhenti sampai di situ, kredibilitas sang Presiden kembali dihantam ketika Comey mengatakan dirinya juga "tidak punya informasi" soal klaim Trump yang mengaku disadap oleh pendahulunya, Barack Obama.

Kepala Badan Keamanan Nasional Mike Rogers, yang duduk di samping Comey, pun membantah klaim Trump yang menyebut Obama memerintahkan intelijen Inggris untuk menyadap tim suksesnya dalam pemilu.

Dua bulan pertamanya, pemerintah Trump sudah banyak digoncang permasalahan. Namun, kejadian ini, di mana dua kepala intelijen menentang presidennya sendiri, menjadi sebuah 'pencapaian' tersendiri.

Tiga hantaman keras untuk pemerintahan Trump ini membuat Gedung Putih kelabakan. Polling terkini menunjukkan kepercayaan publik berada pada titik terendahnya.

"Setelah kesaksian [Comey], jelas tidak akan ada yang berubah," kata juru bicara Gedung Putih Sean Spicer. "Pejabat intelijen senior di masa pemerintahan Obama telah mengonfirmasi tidak ada kolusi antara Trump dan Rusia."

Namun, masalah baru bagi Gedung Putih ini bukan satu-satunya dampak dari kesaksian Comey.


1 dari 3