Trump Jawab Kritik: Saya Presiden, Kamu Bukan

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 24/03/2017 19:48 WIB
Trump Jawab Kritik: Saya Presiden, Kamu Bukan Presiden AS Donald Trump membela keputusan kontroversialnya hanya dengan menyombongkan diri sebagai presiden. (Foto: REUTERS/Jim Lo Scalzo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Donald Trump membela sejumlah keputusan kontroversialnya selama menjabat sebagai pemimpin Negeri Paman Sam dengan melontarkan jawaban yang sederhana, yakni menyombongkan jabatannya sebagai presiden Amerika Serikat.

"Saya orang yang sangat naluriah dan naluri saya ternyata benar. Selain itu, saya pikir saya tidak mungkin bekerja terlalu buruk karena saya seorang presiden dan Anda bukan," tutur Trump kepada Time Magazine saat diwawancarai, seperti dikutip The Independent pada Jumat (24/3).

Mewawancarai Trump secara eksklusif menjadi momen langka. Sebab, sejak ia dilantik menjadi presiden ke-45, Trump memiliki sentimen buruk terhadap media arus utama yang dianggap kerap memberitakan kejelekannya.
Dalam kesempatan itu, Trump juga ditanyai soal reputasi Gedung Putih dan hubungannya dengan komunitas intelijen yang tidak baik, khususnya seputar isu peretasan pemilu dan klaim penyadapan yang menyerangnya.


Alih-alih menjawab pertanyaan, Trump malah berulang kali mengaku hanya mendapat "warisan kekacauan" yang sudah ada sebelum dia menjabat.

Kekacauan-kekacauan itu, lanjutnya, termasuk krisis nuklir Korea Utara, konflik di Timur Tengah, ketidakakuratan statistik ketenagakerjaan dan perdagangan.

"Saya diwariskan kekacauan terkait lapangan pekerjaan. Statistik mengenai ketenagakerjaan saya, seperti yang Anda ketahui, lebih baik. Tapi ini bukan statistik yang sebenarnya karena masih ada jutaan orang yang tidak memiliki pekerjaan di Amerika," tuturnya.
Meski begitu, belum ada bukti yang bisa menjabarkan apakah data statistik kementerian ketenagakerjaan selama ini tidak tepat.

Sementara itu, Trump berkeras membela klaim penyadapan yang dilakukan pendahulunya, Barack Obama, kepada dirinya saat kampanye pemilu lalu. Padahal, klaim itu hingga saat ini belum bisa dibuktikan, bahkan oleh FBI sekalipun.

"Saya tahu Anda akan menulis artikel jelek karena kalian memang selalu seperti itu ... [tapi] penyadapan memang benar digunakan pada sejumlah asisten di Gedung Trump. OK ... ini tertera di halaman depan pada 20 januari lalu. Pada edisi kedua kali ini, mereka membingkisnya ke internet," kata Trump mengacu pada artikel yang dipublikasikan New York Times beberapa waktu lalu.

Komentar tersebut dilontarkan Trump ketika ditanyai soal responsnya menanggapi kesaksian Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey mengenai tudingan tersebut.
Dalam sidang dengar pendapat di Kongres pada awal pekan ini, Comey menuturkan, pihaknya tidak menemukan bukti yang dapat mendukung tuduhan itu.

Lebih lanjut, Trump tidak menjelaskan maupun mengklarifikasi apapun seputar klaim itu. Dia justru berputar-putar menyalahkan "para pembocor rahasia" yang mungkin terdapat dalam pemerintahannya sendiri.

Ketika ditanya apakah dirinya khawatir jika klaim yang ia buat selama ini tentang penyadapan, statistik, dan isu-isu lainnya dapat memperburuk kredibilitasnya, Trump malah mengatakan, "Jujurlah, sebutkan klaim apa yang salah!"