"Saya tidak menginginkan pekerjaan ini. Saya tidak mencari kedudukan ini. Istri saya memberitahu saya bahwa saya harus melakukannya," kata Tillerson kepada Independent Journal Review, seperti dikutip The Guardian, Rabu (23/3).
Mantan bos ExxonMobil itu mengatakan, dirinya baru bertemu Trump setelah dipanggil ke kantor konglomerat itu usai memenangkan pemilu November kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, cita-cita tersebut masih harus tertunda. Ketika dirinya kembali ke Texas dan bercerita mengenai pertemuannya dengan Trump, sang istri, Renda St Clair malah menggelengkan jarinya dan berkata kepadamya, "Tuhan tidak melewati anda."
"Dan saya merasa istri saya benar. Saya seharusnya melakukan ini," kata Tillerson.
Mesi begitu, Tillerson telah menjadi subjek kritikan sejak dirinya resmi dilantik sebagai Menlu sekitar awal Februari kemarin.
Dia juga terkesan mengindari media selama beberapa pertamanya sebagai menteri. Sebagai diplomat tertinggi, Tillerson bahkan tidak memboyong korps diplomatik pers bersamanya dalam tur ke sejumlah negara Asia Timur pada pekan lalu.
Hal ini dianggap melanggar praktik yang sudah berjalan selama puluhan tahun.
Tillerson berdalih, hal itu dilakukannya karena ingin menghemat anggaran kementeriannya yang dipangkas dalam proposal anggaran dari pemerintah. Namun, dia mengakui ingin menghindari pers kecuali dia memiliki pesan yang benar-benar ingin disampaikan.
Di samping itu, Tillerson juga dikritik karena tak dapat mempertahankan besar anggaran kementeriannya yang dipangkas hampir sepertiga dari anggaran pemerintahan sebelumnya. Dia dianggap tidak bisa mempertahankan besar anggaran diplomatik dan bantuan asing lembaganya yang menjadi "fungsi penting untuk menjaga keamanan Amerika" di luar negeri.