Jasad-jasad itu sudah dibungkus kain putih dan dibaringkan di lantai kamar jenazah, sembari otoritas mempersiapkan vaksinasi agar tak ada penyakit menular yang tersebar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak mau jasad ini dikirimkan dengan cara yang salah," ucap kepala institut ilmu forensik Kolombia, Carlos Eduardo Valdes, sebagaimana dikutip Reuters.
Sementara itu, para petugas bersama anjing pelacak lainnya masih mencari korban lain yang kemungkinan masih terkubur di dalam longsoran tanah.
Warga di Mocoa juga masih berupaya menggali sisa-sisa reruntuhan dengan tangan sendiri meskipun mereka dalam keadaan kelaparan dan dehidrasi.
Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, mengatakan bahwa bencana ini merupakan akibat dari perubahan iklim. Ia mengatakan bahwa dalam satu malam, Mocoa diguyur sepertiga total hujan selama satu bulan biasanya.
Pemerintah pun akan memberikan US$64 ribu dana bantuan bagi keluarga korban tewas. Mereka juga akan menanggung semua biaya rumah sakit dan penguburan.