Potret Penyelamatan Imigran Libya di Laut Mediterania

REUTERS/Darrin Zammit Lupi, CNN Indonesia | Jumat, 07/04/2017 05:20 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 700 imigran asal Libya diselamatkan relawan Migrant Offshore Aid Station di Laut Mediterania. Mereka berharap bisa memulai hidup baru di Italia.

Ratusan warga Libya diselamatkan para relawan Organisasi Nirlaba asal Malta, Migrant Offshore Aid Station (MOAS). Mereka memberikan jaket pelampung sebagai bentuk pertolongan pertama pada para migran yang terombang-ambing di Laut Mediterania di atas perahu karet, Rabu (5/4).
Mereka kemudian dipindahkan ke kapal Phoenix milik MOAS. Sebanyak 700 imigran asal Libya diselamatkan di kapal tersebut. Mereka menumpang perahu karet dari pesisir utara Libya di Sabratha, menuju Italia.
Banyak imigran yang tidak selamat saat mencoba melarikan diri. Mereka yang tidak beruntung tenggelam sebelum berhasil diselamatkan.
Para imigran tersebut tenggelam karena perahu karet yang mereka tumpangi kelebihan beban. Data Organisasi Migrasi Internasional menyebut sebanyak 600 imigran tenggelam ketika berjuang menuju Italia lewat Laut Mediterania.
Beruntung kali ini, dari enam perahu karet yang ditemukan terapung, tidak ada korban tewas. Mereka semua berhasil diselamatkan.
Diantara para imigran tersebut, terdapat banyak wanita dan anak-anak. Mereka juga merupakan kelompok yang paling rentan tenggelam karena tidak kuat berenang.
Adapun, menurut data terbaru yang dikeluarkan Data Organisasi Migrasi Internasional, jumlah imigran yang datang ke Italia meningkat hingga 30 persen tahun ini. 
Para imigran terlihat beristirahat di kapal Phoenix milik MOAS. Tubuh mereka dibalut selimut alumunium untuk mengusir dingin dan mencegah hipotermia.
Beberapa migran langsung mendapatkan perawatan medis. Dokter Lintas Batas ikut berkontribusi membantu merawat para imigran yang sakit dan terluka.
Para imigran beristirahat setelah terselamatkan dari ganasnya lautan. Perjuangan mereka menuju kebebasan masihlah panjang, namun Italia menjadi gerbang kehidupan baru bagi para imigran Libya.