Sejumlah pejabat menyatakan pemerintahan Trump kemungkinan besar memperluas larangan yang saat ini sudah diberlakukan untuk penerbangan dari 10 bandara spesifik di Timur Tengah, Afrika utara dan Turki karena khawatir bom yang ditanam di perangkat elektronik dibawa ke pesawat.
Dalam surat kepada Menteri Keamanan Nasional John Kelly dan Menteri Transportasi Elaine Chao, dilihat Reuters, eksekutif Uni Eropa menyatakan penting untuk berbagi soal informasi menyangkut ancaman yang melibatkan bandara-bandara Uni Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olivier Jankovec, direktur jenderal asosiasi perdagangan bandara ACI Europe, mengatakan minimnya koordinasi antara UE dan Amerika Serikat mengkhawatirkan.
"Kami tahu dalam konteks geopolitik saat ini, dengan jenis teroris yang kita hadapi, respons efisien sangat bergantung pada pada kerja sama internasional--seputar peninjauan ancaman dan berbagi intelijen. Ini tidak dilakukan," kata Jankovec dalam konferensi industri Pusat Penerbangan CAPA dekat Dublin.
Pakar keamanan Eropa bertemu di Brussels pada Kamis untuk membicarakan respons atas kemungkinan perluasan larangan tersebut. Dua pejabat Uni Eropa mengatakan diskusi tersebut sejauh ini berkonsentrasi pada mempertahankan kepentingan bersama.
Ilustrasi. Amerika dan Inggris khawatir laptop dimanfaatkan teroris menyelundupkan bom ke pesawat. (dangquocbuu/Pixabay) |
"Kepentingan bersama kami adalah bekerja sama dengan erat untuk mengatasi ancaman dalam penerbangank, sebelum potensi pemberlakukan langkah keamanan baru untuk maskapai yang beroperasi dan UE ke AS," kata para komisioner dalam surat.
"Saya pikir larangan ini akan mengakibatkan dampak fundamental pada perjalanan ke Amerika Utara dan saya pikir hal itu tidak akan berlalu dengan cepat," kata Bellew.
Para regulator Eropa telah memperingatkan potensi ancaman kebakaran dari ratusan perangkat pada penerbangan jarak jauh karena risiko baterai lithium-ion yang tidak mati dengan sempurna.
"Yang paling penting bagi kami adalah tantangan keamanan apapun tidak diselesaikan dengan cara membuat tantangan keselamatan," kata Henrik Hololei, direktur jenderal departemen transportasi Komisi Eropa, dalam konferensi di Dublin.
"Saya tidak mau berspekulasi pada tahap ini soal langkah selanjutnya karena masih belum ada kejadian apa-apa. Sedikit prematur, tapi jelas kita juga telah melihat berbagai kemungkinan yang mungkin diambil," kata Hololei.
Ilustrasi. Amerika dan Inggris khawatir laptop dimanfaatkan teroris menyelundupkan bom ke pesawat. (