"Saat bentrokan terjadi, Pastor Chito Suganob dan beberapa orang lain tengah berada di Gereja Katedral Our Lady Help of Christians. Kelompok militan memaksa masuk dan akhirnya membawa pastor dan beberapa orang lainnya sebagai sandera," bunyi pernyataan Presiden Konferensi Wali Gereja Filipina, Uskup Agung Socrates Villegas, pada Rabu (24/5).
Melanjutkan pernyataannya, Villegas menulis, "Kelompok militan mengancam akan membunuh para sandera jika angkatan bersenjata Filipina berkeras menggempur mereka."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, juru bicara kepolisian maupun militer Filipina belum menanggapi insiden penyanderaan ini.
Akibat bentrokan di tempat persembunyian pemberontak Maute ini, Duterte mengumumkan darurat militer di kawasan Mindanao.
Bentrokan ini mencuat saat pasukan keamanan menyerbu rumah yang diyakini menjadi tempat persembunyian Isnilon Hapilon, pemimpin kelompok Abu Sayyaf.
Pengamat keamanan menuturkan, Hapilon mencoba menyatukan seluruh kelompok militan di Filipina yang telah berbaiat kepada ISIS.
Jika hal ini terjadi, ancaman keamanan Filipina disebut akan semakin kompleks dan berbahaya, seperti bom waktu.