Puluhan Pengungsi Balita Tenggelam di Pesisir Libya

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Sabtu, 27/05/2017 04:18 WIB
Puluhan Pengungsi Balita Tenggelam di Pesisir Libya Puluhan balita tenggelam dalam upaya penyelamatan pengungsi di lepas pantai Libya. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan pengungsi, yang sebagian besar balita, dilaporkan tenggelam di pesisir Libya saat tim penjaga pantai dan organisasi kemanusiaan berupaya menyelamatkan mereka.

Salah satu kapal yang bermuatan 200 orang karam di Laut Mediterania karena mengangkut terlalu banyak penumpang, ujar Komandan Garda Pantai Italia Cosimo Nicastro kepada Reuters.

"Sedikitnya 20 mayat ditemukan di air," katanya.


Sementara kelompok penyelamat MOAS mengatakan sudah menemukan 34 jenazah. "Sebagian besar adalah balita," kata pendiri kelompok itu Chris Catrambone melalui Twitter.

Patroli pesisir Libya segera memanggil bala bantuan dan menyebut sekitar 1700 pengungsi berdesakan di atas 15 perahu kecil.


Tahun ini, lebih dari 1300 pengungsi tewas saat hendak menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa. Mereka umumnya berasal dari Afrika dan Timur Tengah yang bertujuan melepaskan diri dari perang dan kemiskinan serta mencari hidup baru di daratan Eropa.

Beberapa minggu lalu, Reuters melaporkan sekitar tujuh ribu imigran diselamatkan dari perahu karet di pesisir barat Libya, yang merupakan gerbang perdangan orang.

Meskipun ada upaya oleh Italia dan Uni Eropa menggalakkan pelatihan penjaga pantai di Tripoli untuk memerangi perdagangan manusia, jumlah migran yang tercatat masuk ke Eropa terus bertambah.

Lebih dari 50 ribu imigran telah diselamatkan dari Laut Mediterania dan mendapatkan suaka di Italia, tahun ini. Angka itu meningkat 46 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, ujar Kementerian Dalam Negeri Italia, pekan ini.

Kebanyakan penyelamatan dilakukan di zona 12 mil lepas pantai Libya, yang berbatasan langsung dengan perairan internasional.


Kawasan tersebut kerap menjadi zona pertempuran antara patroli penjaga pantai dan kapal-kapal bantuan kemanusiaan. Tidak hanya itu, tidak jarang kapal pemulung juga berkeliaran, berharap bisa mendapatkan kapal bekas imigran untuk dipereteli kemudian dijual kembali.

Selasa (23/5), patroli penjaga pantai Libya menembaki kapal non-pemerintah yang melakukan penyelamatan di kawasan. Kelompok bantuan kemanusiaan Jugend Rettet yang mengoperasikan kapal penyelamat Iuventa, melaporkan hal itu di laman Facebook mereka.

Tembakan dari kapal patroli Libya membuat lebih dari 100 imigran melompat menyelamatkan diri ke laut dan berenang menuju kapal penyelamat. Tidak jelas apakah ada imigran yang tewas ataupun terluka.

Kapal patroli Libya membawa dua perahu imigran kembali ke pantai sementara kelompok penyelamat mengangkut lebih dari 1000 imigran di kapal mereka.