Dalam serangan itu, tiga orang menabraki pejalan kaki dengan mobil van di London Bridge lalu menikam orang-orang di Borough Market, tempat yang dipenuhi bar dan restoran.
Aksi teror ini adalah yang ketiga kalinya terjadi di Inggris dalam waktu tiga bulan, dan merupakan serangan kedua di London yang menggunakan mobil sebagai senjata. Ketiga pelaku tersebut ditembak mati polisi karena mengenakan sabuk bom bunuh diri, meski belakangan diketahui palsu.
Lihat juga:Catatan Teror Inggris Sepanjang Satu Dekade |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, polisi menyatakan 11 orang telah ditahan dalam serangkaian penggerebekan menyusul serangan tersebut.
Sejumlah petugas juga mengatakan akan mengungkap identitas para pekaku "segera setelah dimungkinkan secara operasional."
Dalam pidato di luar kediaman dinasnya di Downing Street, sehari sebelumnya, May juga bersumpah akan bersikap lebih keras dalam memerangi ekstremisme dalam negeri.
"Ini sudah cukup. Semua orang butuh menjalani kehidupan dengan normal ... Namun ketika menghadapi ekstremisme dan terorisme, ada hal yang perlu diubah," ujarnya.
Maret lalu, serangan serupa juga terjadi di Westminster Bridge. Pelaku berusia 52 tahun, Khaled Masood, menabraki pejalan kaki dengan mobil dan menusuk petugas polisi, menewaskan lima orang.