Pentagon: China Akan Bangun Pangkalan Militer di Pakistan

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Kamis, 08/06/2017 05:20 WIB
Pentagon: China Akan Bangun Pangkalan Militer di Pakistan Pentagon melaporkan China akan memperbanyak pangkalan militer di luar negeri. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laporan Pentagon yang dirilis Selasa (6/6) waktu setempat menyebutkan bahwa China akan membangun pangkalan militer di Pakistan, menyusul prediksi AS bahwa Beijing akan memperbanyak pangkalan militer di luar negeri setelah mereka membangun fasilitas di Djibouti.

"China kemungkinan besar akan berusaha untuk membangun pangkalan militer tambahan di negara-negara yang memiliki hubungan persahabatan yang sudah berlangsung lama dengan kepentingan strategis serupa, seperti Pakistan," kata laporan tersebut, dikutip Reuters.

Prediksi itu termaktub dalam laporan setebal 97 halaman yang dipresentasikan pada Kongres. Pentagon menyebut perkiraan biaya yang dikeluarkan China guna membangun fasilitas militer tersebut mencapai US$180 miliar.


Angka itu bahkan lebih tinggi dari bujet pertahanan tahunan China sejumlah US$140 miliar.


Dalam laporan itu, AS berulang kali menyebutkan pembangunan pangkalan angkatan laut pertama China di Djibouti, yang juga sudah menjadi markas militer utama AS karena berada di posisi strategis di pintu masuk selatan Laut Merah pada rute ke Terusan Suez.

Keberadaan pangkalan militer China di Djibouti, yang berada di tepi barat laut Samudera Hindia memicu kekhawatiran di India, bahwa hal itu akan menjadi satu lagi rangkaian aset militer China yang mengelilingi India, termasuk di Bangladesh, Myanmar dan Sri Lanka.

Kendati demikian, laporan tersebut tidak membahas potensi reaksi India terhadap kemungkinan pembangunan pangkalan China di Pakistan.

Namun Pakistan, dalam laporan AS, sudah menjadi pasar utama di kawasan Asia Pasifik untuk ekspor senjata China. Wilayah itu berkontribusi sebesar US$9 miliar dari angka US$20 miliar ekspor senjata China sejak 2011 hingga 2015.

Tahun lalu, China menandatangani kesepakatan dengan Pakistan untuk penjualan delapan kapal selam.


Selain membangun fasilitas militer di luar negeri, AS juga menekankan pesatnya pengembangan pertahanan China di kawasan laut bahkan di luar angkasa.

Pentagon menyebut peluncuran satelit komunikasi Quantum pada 2016, yang menurut mereka merepresentasikan “kemajuan penting dalam penelitian kriptografi."

Adapun, selama beberapa tahun terakhir, Pentagon terus mengungkapkan kekhawatirannya akan mata-mata siber China. Mereka juga menyebut fasilitas komputer pemerintah AS pernah diretas China tahun lalu.

“Intrusi China tahun lalu berfokus pada akses jaringan untuk mengekstrak informasi," kata laporan tersebut.

"China menggunakan kemampuan siber untuk mendulang data intelijen dari sektor diplomatik, ekonomi, dan pertahanan AS.”

Dalam sebuah bagian yang membahas Angkatan Laut China, laporan tersebut meramalkan bahwa kapal induk pertama yang diproduksi di dalam negeri yang diproduksi di China kemungkinan akan mencapai kemampuan operasi awal pada tahun 2020.