"Saya memahami bahwa Presiden Trump meminta kami menghentikan investigasi Flynn karena kasus komunikasi ilegalnya dengan Duta Besar Rusia untuk AS, Sergei Kislyak, pada Desember lalu," kata Comey dalam pernyataan resminya, Rabu (7/8).
Comey menuturkan, Trump terus membahas penyelidikan FBI terhadap dugaan intervensi Rusia dalam pemilu AS ini, membuatnya merasa tak nyaman lantaran presiden ke-45 itu terkesan berupaya mencampuri investigasi sensitif lembaganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen ini tersebar ke publik sesaat sebelum Comey menuturkan kesaksiannya di depan komite intelijen Senat, hari ini, Kamis (8/6).
Dalam dokumen itu, Comey juga mengatakan, Trump sempat menuntut janji kesetiaan kepadanya dalam sebuah pertemuan pada 27 Januari lalu, sepekan setelah sang presiden resmi dilantik.
Tak lama setelah dilantik, Trump memang langsung dibayangi dugaan adanya bantuan dari Rusia untuk memenangi pemilu November lalu. Hal ini pun sempat dikonfirmasi lembaga intelijen AS seperti CIA.
Comey mengatakan, melalui telepon pada 30 Maret lalu, Trump pun pernah memintanya "meniadakan" penyelidikan campur tangan Rusia ini secara keseluruhan karena dianggap mempersulit dirinya memimpin negara itu.
"Presiden berkata, 'Saya butuh kesetian, saya mengharapkan kesetiaan.' Saya tidak bergerak, menjawab, atau mengubah ekspresi saya ketika dia mengatakan itu yang diikuti momen canggung itu," tutur Comey.
Namun, Comey tak menyatakan tanggapannya mengenai anggapan tindakan Trump tersebut bisa merujuk pada upaya menghalangi penegakan hukum.
"Saya bisa saja salah, tapi saya memintanya [Trump] untuk berfokus pada kasus Flynn. Di luar semua ini, saya sangat prihatin mengingat peran FBI sebagai lembaga investigasi independen," tuturnya, seperti dikutip AFP.