KJRI Johor: Enam ABK WNI Hilang Berhasil Keluar Kapal

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 16/06/2017 12:52 WIB
KJRI Johor: Enam ABK WNI Hilang Berhasil Keluar Kapal Ilustrasi: Enam ABK yang hilang dilaporkan berhasil keluar dari kapal MT Laut Putri yang terbakar dan karam di perairan Johor, meski kini masih dalam pencarian. (Foto: REUTERS/Ricardo Moraes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsul Jenderal RI Johor Baru, Haris Nugroho, mengatakan tim SAR telah melakukan operasi pencarian enam awak kapal asal Indonesia yang hilang setelah kapal tanker minyak MT Laut Putri dilaporkan meledak dan tenggelam di perairan Tanjung Pengelih, Johor, Malaysia, pada Kamis (16/6).

"Kami dapat laporan sebuah kapal dagang MT Laut Putri yang berisikan 6 ABK seluruhnya asal Indonesia terbakar di tenggara Pengelih. Semua kru kapal dilaporkan berhasil keluar dari kapal. Tim SAR sudah aktif melakukan pencarian keenam ABK tersebut," kata Haris saat dikonfrimasi CNNIndonesia.com pada Jumat (16/6).

ABK yang hilang tersebut beridentitaskan Akhmad Faharuddin, 35, Muhamad Heri Hernanda, 28, Raden Abdur Rahem, 31, Rendy Alamanda, 28, Sulkifli, 39, dan Yohanis Sumari, 35.


Haris memaparkan, pihaknya mendapat laporan terkait insiden itu dari Kepolisian Penjaga Pantai Singapura (SPCG) sekitar Kamis sore pukul 15.00 waktu setempat.

Sementara MT Putri Laut diperkirakan tenggelam pada Kamis pagi sekitar pukul 05.00 dini hari, setelah SPCG gagal menghubungi kapal pengangkut minyak mentah tersebut.


Tak lama setelah hilang kontak, kapal cepat dari Distrik Maritim (DM) Tanjung Sedili dikerahkan untuk mendekati MT Putri Laut berdasarkan posisi terakhir mereka.

Saat tiba di lokasi dan melakukan pencarian, kapal DM tak menemukan kapal yang memiliki panjang 46 meter itu. namun, terdapat tumpahan minyak di area lokasi pencarian yang diduga kuat berasal dari kapal yang bocor.

Otoritas Johor, tutur Haris, kini tengah pergi ke lokasi untuk memantau tumpahan minyak tersebut. Sejauh ini, tim penyelidik menduga kapal tersebut karam akibat terbakar.

"Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait baik di Singapura maupun di Malaysia dan KBRI Singapura. Saat ini kami masih menunggu otoritas kemaritiman untuk menyelidiki tumpahan minyak," papar Haris.

Lebih lanjut, keenam ABK WNI ini merupakan tenaga kerja legal. KJRI Johor juga dilaporkan telah berupaya menghubungi keluarga para ABK, sementara satgas perlindungan WNI KJRI juga selalu membuka layanan 24 jam.