Korsel Berkeras Adakan Dialog, Korut 'No Respons'

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Kamis, 20/07/2017 20:17 WIB
Korsel Berkeras Adakan Dialog, Korut 'No Respons' Korea Selatan dan Korea Utara akan melakukan dialog militer pada Jumat (20/7). (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hanya beberapa jam berselang sebelum pembicaraan militer antara Korea Selatan dan Korea Utara berlangsung, Pyongyang masih belum memberikan respons atas partisipasinya dalam dialog tersebut.

Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan pada Kamis (20/7) bahwa Korut belum memberikan konformasi kedatangan mereka.

Adapun dialog yang akan membahas pengurangan tensi militer kedua negara itu akan diadakan di Panmunjom pada Jumat esok.


“Belum ada respons sampai sekarang,” kata juru bicara Kemhan Korsel, kepada AFP.

Selain itu, Palang Merah Seoul juga telah mengusulkan pertemuan pada 1 Agustus mendatang guna membicarakan reuni keluarga yang terpisah karena perang Korea pada 1950-53.

Kendati belum mendapatkan respons soal partisipasi Korut, Palang Merah mengaku tetap optimistis bisa mempertemukan keluarga-keluarga yang terpisah pada Oktober mendatang.


Hingga kini, sekitar 60 ribu keluarga yang terpisah di kedua negara.

Dua pertemuan itu merupakan upaya konkret perdamaian pertama dengan Korut, yang dilakukan Korsel, setelah terpilihnya Presiden Moon Jae-In pada Mei lalu.

Pertemuan militer pada Jumat juga menjadi pertemuan resmi pertama antar kedua negara Korea itu sejak Desember 2015. Sebelumnya, Presiden Park Geun-Hye menolak adanya dialog substantif dengan Pyongyang kecuali negara tetangganya itu membuat komitmen denuklirisasi.

Sementara, Pemerintahan Moon mendukung adanya dialog yang lebih mendalam dengan Korut, guna mempertahankan kestabilan keamanan di kawasan.

Di sisi lain, Korut tampak tidak mengindahkan upaya perdamaian dari Moon dan terus menggelar uji coba rudal. Yang terbaru adalah peluncuran rudal balistik kelas menengah pada tanggal 4 Juli, yang diklaim bisa mencapai dataran Amerika.