Rudal Korut ke Jepang Berjenis ICBM, Sejauh 1000 Kilometer

Rahman Indra, CNN Indonesia | Sabtu, 29/07/2017 01:09 WIB
Rudal balistik yang diluncurkan Korea Utara ke wilayah laut Jepang disebut juru bicara Pentagon, AS berjenis ICBM atau Intercontinental Ballistic Missile. Rudal balistik yang diluncurkan Korea Utara ke wilayah laut Jepang disebut juru bicara AS berjenis ICBM atau Intercontinental Ballistic Missile. (Foto: KCNA/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara dikabarkan melepas rudal balistik yang mengarah ke Laut Jepang, yang juga disebut Laut Timur oleh Korea Selatan, pada Jumat (28/7) tengah malam waktu setempat. 

Juru bicara Pentagon AS, Kapten Angkatan Laut Jeff Davis, seperti dilansir AFP, mengungkapkan rudal terbaru yang diluncurkan Korut itu berjenis ICBM atau Intercontinental Ballistic Missile (rudal balistik antarbenua). Ini merupakan kali kedua Korut melepas jenis ICBM ini, setelah yang pertama pada 4 Juli lalu.

"Kami menemukan bahwa rudal yang diluncurkan adalah ICBM, seperti yang kami sudah duga sebelumnya," ujar Davis.


"Rudal ini diluncurkan dari Mupyong-ni dan melintas sejauh 1.000 kilometer (620 mil) sebelum jatuh di perairan Jepang," tambah dia.


"Kami akan bekerjasa sama dengan partner interagensi untuk detil lebih jauh," ujarnya.

Korut sebelumnya pernah meluncurkan ICBM pertama kali pad 4 Juli lalu dan memicu kekhawatiran warga dunia. Sejumlah pakar menyebutkan rudal itu secara teori dapat mencapai Alaska.

Sementara, dilaporkan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga mengatakan rudal itu terbang melintasi sekitar 45 menit dan tampak mendarat di perairan area ekonomi ekslusif Jepang, akan tetapi belum ada laporan kerusakan.

Suga menambahkan peluncuran rudal itu tidak dapat diterima dan melanggar resolusi PBB, dan mengatakan Jepang telah menyampaikan protesnya setegas mungkin.


Shinzo Abe, seperti dilansir dari The Guardian, pada Jumat (28/7) mengatakan pemerintah sedang menyelidiki lebih jauh akan kabar peluncuran rudal itu, yang ditengarai terjadi sekitar tengah malam Jumat. Kabar ini kemudian disikapi Abe dengan segera mengadakan rapat penting dengan bagian pertahanan dan keamanan Jepang.

"Saya menerima informasi bahwa Korea Utara sekali lagi melepaskan sebuah rudal," ujarnya. "Kami akan segera menyelidiki lebih jauh informasi ini dan melakukan apa yang bisa kami lakukan untuk melindungi keamanan warga Jepang."