Dijatuhi Sanksi oleh AS, Maduro Sebut Trump Putus Asa

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 01/08/2017 11:02 WIB
Dijatuhi Sanksi oleh AS, Maduro Sebut Trump Putus Asa Presiden Venezuela Nicolas Maduro meremehkan sanksi baru yang dijatuhkan AS terhadap negaranya, dengan mengolok-olok Presiden Donald Trump. (REUTERS/Miraflores Palace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengolok-olok sanksi terbaru dari Amerika Serikat yang diterapkan terhadap negaranya. Gedung Putih mengeluarkan sanksi pada Senin (31/7) sebagai respons terhadap kediktaktoran Maduro karena, memaksakan menggelar pemungutan suara kontroversial yang berakhir ricuh hingga memakan belasan korban.

Maduro menganggap sanksi terbaru AS mencerminkan sikap keputusasaan dan kebencian Presiden Donald Trump terhadap pemerintahan sosialis Venezuela.

"Saya tidak menerima perintah dari kerajaan. Simpan saja sanksimu sendiri Donald Trump!" seru Maduro berteriak di depan televisi, Selasa (1/8).


Maduro juga mencaci-maki Presiden Donald Trump dengan mengatakan bahwa konglomerat New York itu bisa memenangkan pemilu AS hanya karena menang suara electoral college.


Sebab, jika dilihat dari perolehan suara popular pemilu AS tahun lalu, Trump kalah jauh dengan eks rivalnya, Hillary Clinton, yang berhasil memenangkan hingga 2,9 juta suara.

"Di AS, seseorang bisa menjadi presiden dengan perolehan 3 juta lebih sedikit dari lawan Anda. Demokrasi yang luar biasa!" sindir Maduro, seperti dikutip Reuters.

Maduro berkeras menggelar pemungutan suara pada Minggu (30/7) untuk membentuk Dewan Konsituen Nasional baru yang akan dimintanya menulis ulang konstitusi negara. Hal itu dilakukan Maduro supaya bisa tetap berkuasa menjadi orang nomor satu di negara Amerika Latin itu menyusul periode pemerintahannya yang akan berakhir pada 2018 mendatang.

Ribuan orang menyerbu tempat-tempat pemungutan suara pada akhir pekan lalu, memprotes voting yang tetap digelar pemerintah.

Tentara Venezuela dilaporkan menembakkan peluru karet hingga gas air mata kepada segerombolan demonstran di beberapa lokasi. Bentrokan antara warga dan aparat keamanan pun tidak terhindarkan, hingga menewaskan 10 orang termasuk pemimpin oposisi kaum muda, Ricardo Campos, 30.


AS mengecam kekerasan yang dilakukan aparat pemerintah Venezuela dan akhirnya menjatuhkan sejumlah sanksi tegas terhadap negara itu

Dalam sanksi tersebut, seluruh aset milik Maduro di bawah yurisdiksi AS juga dibekukan. Washington pun melarang seluruh warga AS berhubungan bisnis dengan Maduro yang telah dianggap sepenuhnya diktator oleh Negeri Paman Sam.

"Maduro bukan hanya pemimpin yang buruk. Dia sekarang sepenuhnya adalah diktator," tutur Penasihat Keamanan Nasional AS, H.R McMaster.

Sumber di Gedung Putih mengatakan, serangkaian sanksi AS yang menyasar Maduro ini pun berpotensi diikuti sanksi lain yang mengincar pejabat-pejabat senior pemerintahan Venezuela dan juga sektor minyak negara tersebut.

Trump disebut tengah mempertimbangkan sanksi terhadap Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, dan orang nomor dua di Partai Sosialis, Diosdado Cabello.