Dukung Rakyat Venezuela, AS Bekukan Aset Presiden Maduro

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Selasa, 01/08/2017 06:55 WIB
Dukung Rakyat Venezuela, AS Bekukan Aset Presiden Maduro AS menjatuhkan sanksi pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Senin (31/7) karena dianggap merusak demokrasi. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Senin (31/7) sebagai respon atas keputusan Caracas menggelar pemungutan suara untuk memilih lembaga legislatif baru.

Penjatuhan sanksi itu adalah kebijakan paling keras pemerintahan Presiden Donald Trump, yang menyebut pemungutan suara pada Minggu di Venezuela, sebagai pemilu yang "memalukan."

Sanksi-sanksi untuk Maduro berpotensi diikuti sanksi lain yang menyasar pejabat senior pemerintahan Venezuela dan juga sektor minyak negara tersebut, kata sejumlah sumber di Kongres dan seorang sumber lain di Gedung Putih.


Trump disebut tengah mempertimbangkan sanksi terhadap Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, dan orang nomor dua di Partai Sosialis, Diosdado Cabello.

Dalam saksi tersebut, Kantor Aset Luar Negeri, Kementerian Keuangan AS menyebut, semua aset Maduro yang berada di bawah yuridiksi Washington telah dibekukan. Selain itu, warga AS juga dilarang untuk melakukan hubungan bisnis dengannya.


"Dengan menjatuhkan sanksi kepada Maduro, Amerika Serikat telah menegaskan sikap penentangan kami terhadap kebijakan-kebijakan rezim Maduro dan dukungan terhadap rakyat Venezuela yang tengah berupaya mengembalikan demokrasi dalam kehidupan bernegara," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, dalam pernyataan tertulis, dikutip Reuters.

Mnuchin menambahkan semua orang yang terlibat di dalam lembaga legislatif baru di Venezuela juga berpotensi menjadi subjek sanksi lebih lanjut dari AS, karena dianggap merusak demokrasi di negara tersebut.

Adapun di Caracas, Maduro merayakan kemenangan pemilihan umum lembaga legislatif baru, yang diperkirakan akan semakin mengonsolidasikan kekuasaan Partai Sosialis. Dia membantah kritik AS terhadap pemungutan suara sebagai penghinaan terhadap demokrasi.

Namun demikian, sejumlah pengamat mengatakan sanksi kepada individu tidak akan berdampak besar pada kebijakan Maduro. Menurut mereka, sanksi yang lebih luas di sektor minyak dan finansial merupakan cara yang terbaik untuk mengubah pemerintahan Venezuela.