Bom Bunuh Diri Serang Masjid Syiah di Afghanistan

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 02/08/2017 02:41 WIB
Bom Bunuh Diri Serang Masjid Syiah di Afghanistan Ilustrasi: Bom bunuh diri terjadi di masjid kaum Syiah di Herat, Afghanistan, dan menewaskan 20 orang. Kepolisian menyebut pelaku berjumlah dua orang. (Thinkstock/Ramon Castillo Nava)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah ledakan bom bunuh diri telah menewasakan setidaknya 20 orang di masjid kaum Syiah, Herat, Afghanistan, Rabu (2/8). Kejadian tersebut menjadi serangan terbaru yang menyoroti keamanan negeri itu yang makin memburuk.

Serangan di Masjid Jawadya yang dekat dengan perbatasan Iran tersebut terjadi sehari setelah ISIS mengklaim sebuah serangan mematikan di Kedutaan Irak di Kabul.

“Lebih dari 20 orang tewas, dan lebih dari 30 lainnya terluka yang sejauh ini sudah dilarikan ke rumah sakit usai serangan tersebut,” kata Rafeeq Shirzai, juru bicara rumah sakit, kepada AFP.



Juru bicara Kepolisian Herat, Abdul Ahad Walizada mengatakan serangan tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

“Berdasarkan informasi awal kami, dua teroris terlibat dan satu di antaranya mengenakan rompi bunuh diri lalu meledakkan dirinya sedangkan pelaku yang lain membawa sejata. Keduanya tewas,” kata Walizada.

Wartawan AFP melihat sejumlah mayat dibawa keluar dari masjid tersebut yang membuat asumsi bertambahnya korban.


Berdasarkan pengamatan di lokasi, sejumlah potongan tubuh berceceran di pintu masuk masjid yang diduga sebagai pelaku peledakan. Sedangkan korban lainnya tergeletak bersimbah darah di dalam masjid, dan lainnya masih menangis dan bergerak.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Najib Danish semula mengatakan ledakan tersebut adalah bom mobil dan berkata di Twitter sumber ledakan itu merupakan bom rakitan.

Belum ada klaim tanggung jawab namun diketahui ISIS telah menargetkan kaum minoritas Syiah dan sejumlah masjid di Afghanistan selama satu tahun terakhir.


ISIS juga diketahui memperluas daerah serangan di Afghanistan timur dan baru-baru ini bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Kabul, termasuk di Kedutaan Irak yang menewaskan dua orang.