Tekan ISIS, Militer FIlipina Bom Markas Militan di Marawi

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 07/08/2017 15:45 WIB
Tekan ISIS, Militer FIlipina Bom Markas Militan di Marawi Konflik Marawi telah merengut ratusan nyawa termasuk 122 tentara dan 45 warga sipil. (REUTERS/Jorge Silva)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Filipina menjatuhkan bom pada sejumlah markas militan Maute sebagai upaya mengakhiri okupasi selama tiga bulan oleh kelompok yang berbaiat kepada ISIS itu di Marawi.

Dua jet tempur angkatan udara jenis FA-50 dilaporkan meluncurkan beberapa serangan sejak Senin pagi (7/8) pada sejumlah titik lawan di kota berpenduduk mayoritas Muslim itu.

"Pertempuran antara militer dan militan sudah terkonsentrasi di area seluas satu kilometer persegi. Daerah yang tersisa mencakup dua desa yang terletak di jantung Marawi," tutur juru bicara militer Filipina, Kapten Jo-Ann Petinglay, kepada wartawan.


Petinglay mengatakan konflik Marawi telah merengut ratusan nyawa termasuk 122 tentara dan 45 warga sipil. Pertempuran ini juga menyebabkan sekitar 400 ribu warga mengungsi ke luar Marawi.

Sejak serangan militan Maute pada 23 Mei lalu, Presiden Rodrigo Duterte langsung memberlakukan darurat militer di Marawi.

Baru-baru ini parlemen juga mengesahkan permintaan Duterte untuk memperpanjang status tersebut dan memperluasnya ke seluruh provinsi Mindanao karena para militan tak kunjung bisa dikalahkan.

Meski begitu, Petinglay menekankan bahwa saat ini kelompok tersebut sudah mulai terdesak. 
Sejak bentrokan pecah sekitar tiga bulan lalu, wilayah kekuasaan dan jumlah militan Maute terus berkurang.

"Sejauh ini militer telah membunuh 528 militan dan menyita 603 senjata dari kota itu sejak awal pertempuran. Setidaknya 50 teroris masih ada di kota itu," papar Petinglay seperti dikutip Inquirer.

Dia mengatakan bahwa masih ada 80 warga yang menjadi sandera Maute di kota itu.