Kongres: Trump Siratkan AS Bakal Bom Korut dengan Nuklir

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 09/08/2017 10:51 WIB
Kongres: Trump Siratkan AS Bakal Bom Korut dengan Nuklir Presiden Trump dikecam karena melontarkan ancaman keras terhadap Korea Utara. (AFP Photo/Olivier Douliery)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapatkan kritik dari para anggota Kongres dari kedua partai karena mengancam Korea Utara.

Petinggi Komite Hubungan Luar Negeri Dewan Perwakilan AS dari Partai Demokrat, Eliot Engel, mengatakan Trump telah merusak kredibilitas AS dengan "memberi ancaman yang absurd."

"Jangan salah: Korea Utara memberikan ancaman yang nyata, tapi reaksi gila Presiden menyiratkan dirinya mungkin mempertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklir sebagai respons atas komentar buruk Korea Utara," ujarnya, Rabu (9/8).


Trump melontarkan peringatan kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada Selasa saat sesi berfoto di Klub Golf nasional di Bedminster, New Jersey.

"Korea Utara sebaiknya tidak lagi membuat ancaman kepada Amerika Serikat. Mereka akan menghadapi api dan kemarahan yang belum pernah terjadi di dunia," kata Trump.

"Ancamannya (Kim Jong-un) sudah melebihi batas normal untuk Amerika Serikat. Mereka akan menghadapi api, kemarahan dan kekuatan besar yang tidak pernah terjadi di dunia."

Politikus dari partai Trump sendiri pun menentang pernyataan itu.
Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat John McCain menyatakan menentang pernyataan ancaman tersebut. Ia memperingatkan Trump mungkin tidak bisa menindaklanjuti kata-katanya sendiri.

"Saya tidak setuju dengan komentar Presiden karena dia sendiri tidak yakin bisa melakukan apa yang dia katakan," kata anggota Partai Republik asal Arizona itu kepada stasiun radio KTAR, dikutip CNN.

"Para pemimpin besar yang saya tahu tidak pernah mengancam kecuali saat mereka sudah siap bertindak dan saya tidak yakin Presiden Trump sudah siap bertindak."

Walau demikian, McCain mencoba untuk memahami reaksi tersebut dan menyebutnya sebagai "sifat klasik Trump."

"Tidak buruk pernyataan itu," kata McCain. "Itu hanya sifat klasik Trump yang suka melebih-lebihkan sesuatu."