Mike Pence Tampik Berencana Maju Jadi Presiden

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 07/08/2017 19:03 WIB
Mike Pence Tampik Berencana Maju Jadi Presiden Wapres AS Mike Pence menampik dirinya tengah bersiap untuk mencalonkan diri sebagai presiden. (Reuters/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menampik dirinya tengah bersiap untuk maju dalam pemilihan umum 2020 nanti. Ia menyebut tudingan itu "hina dan menyinggung."

Pernyataan itu menanggapi laporan New York Times yang dikutip Reuters bahwa sejumlah politikus Partai Republik tengah bergerak membentuk "kampanye bayangan" yang tidak melibatkan Presiden Donald Trump.

Laporan itu menyebut sejumlah penasihat Pence "telah memberi tahu kepada para donor partai bahwa ia mau mencalonkan diri jika Trump tidak mau."
Namun Pence menyebut artikel itu "berita palsu dan mengatakan seluruh timnya berfokus dalam melancarkan agenda Trump serta mengupayakan dia bisa dipilih kembali pada 2020.

"Dugaan dalam artikel itu secara kategori salah dan mewakili upaya terakhir media untuk memecah belah pemerintahan ini," kata Pence melalui pernyataan pers, Senin (7/8).

New York Times, sementara itu, mempertahankan laporannya. "Kami percaya pada akurasi laporan kami dan akan membiarkan berita itu yang berbicara," kata juru bicara Danielle Rhoades Ha melalui surat elektronik.

Pence mempunyai hubungan yang baik dengan kelompok-kelompok politik konservatif dan sejumlah donor Partai Republik, termasuk konglomerat Charles dan David Koch bersaudara.

Dia juga merupakan seorang yang sangat setia pada Trump. Jarang sekali pernyataan yang ia nyatakan secara publik berbeda dengan kebijakan Sang Presiden.
Namun, seiring dengan semakin dalamnya penyidikan terkait intervensi Rusia dalam pemilihan umum AS 2016, Pence mulai menjauhkan diri dari Trump dalam cara pendekatan terhadap Moskow.

Dalam kunjungannya ke Eropa Timur pekan lalu, Pence mengecam keberadaan Rusia di Georgia, negara pecahan soviet yang pernah berperang dengan Moskow 2008 lalu.

Dia juga mengatakan hubungan kedua negara tidak akan berubah jika negara tersebut terus mendukung negara-negara seperti Iran, Suriah dan Korea Utara.