Trump Berterima Kasih kepada Putin karena Usir Diplomat AS

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 11/08/2017 06:55 WIB
Trump Berterima Kasih kepada Putin karena Usir Diplomat AS Trump berterima kasih kepada Putin karena sudah memangkas jumlah staf diplomatik AS di Rusia sehingga negaranya tak harus menggelontorkan dana besar. (Steffen Kugler/Courtesy of Bundesregierung/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berterima kasih kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, karena sudah memangkas jumlah staf diplomatik Washington di Moskow sehingga negaranya tak harus menggelontorkan dana besar.

"Saya ingin berterima kasih kepadanya karena kami sedang mencoba memangkas dana upah kami dan saya sangat berterima kasih kepadanya karena ia melepaskan banyak orang. Mereka tak perlu kembali lagi ke sana," ujar Trump sebagaimana dikutip Reuters.

Dalam pernyataan tersebut, Trump merujuk pada keputusan Putin untuk memangkas 755 dari 1.200 staf kedutaan dan konsulat AS di Rusia. Kebanyakan dari jumlah tersebut merupakan staf lokal dari Rusia.
Keputusan ini diambil Putin untuk membalas sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Barack Obama pada akhir tahun lalu. Di penghujung masa jabatannya, Obama menjatuhkan sanksi pada Rusia yang salah satu isinya mengusir 35 diplomat dari AS.


Saat itu, Putin tidak membalas karena menaruh harapan pada pemerintahan Trump yang dinilai lebih bersahabat. Namun hingga akhir Juli lalu, Trump tak juga mencabut sanksi tersebut.

Ini merupakan kali pertama Trump mengomentari tindakan Putin. Para pengamat belum mengetahui maksud Trump, berkelakar atau serius.

"Jika ia bercanda, seharusnya lebih baik. Jika tidak, ini belum pernah terjadi sebelumnya. Seorang presiden tidak pernah mendukung pengusiran diplomat kita," ucap profesor di Sekolah Pemerintahan John F. Kennedy Universitas Harvard. (has/has)