Trump soal Ancaman Rudal: Kim Jong-un Akan Sangat Menyesal

Hanna Azarya Samosir , CNN Indonesia | Sabtu, 12/08/2017 11:42 WIB
Trump soal Ancaman Rudal: Kim Jong-un Akan Sangat Menyesal
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, akan sangat menyesal jika benar-benar menjalankan rencananya untuk menembakkan rudal ke wilayah Amerika Serikat atau sekutunya.

"Jika dia melakukan sesuatu ke Guam atau tempat lainnya yang merupakan wilayah Amerika atau sekutu Amerika, dia akan sangat menyesal, dan dia akan menyesalinya dengan cepat," ujar Trump, sebagaimana dikutip AFP, Jumat (11/8).

Trump mengatakan, AS sudah dalam kondisi "locked and loaded", salah satu istilah yang dipopulerkan melalui film "Sands of Iwo Jima" untuk menggambarkan situasi siap menembak.

Kementerian Pertahanan AS bahkan menyatakan bahwa negaranya dan Korea Selatan akan menjalankan latihan militer gabungan dalam sepuluh hari mendatang.

Sang presiden yakin, sekutunya di kawasan, seperti Korsel dan Jepang, akan sangat senang dengan caranya menangani konfrontasi dengan Korut ini.
Namun, China, Rusia, serta Jerman meminta AS dan Korut tenang agar tidak memicu perang nuklir. Trump pun mengatakan, ia akan menghubungi Presiden China, Xi Jinping, sebagai sekutu terdekat Korut, pada Jumat malam.

Pernyataan ini disampaikan setelah Trump bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, dan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Halley. Usai pertemuan itu, Trump mengatakan bahwa situasi dengan Korut "sangat berbahaya dan akan berlanjut."

"Kita akan lihat apa yang akan terjadi. Kami pikir ada banyak hal baik bisa terjadi, dan kami juga punya solusi buruk," ucap Trump setelah pertemuan tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.

Korut melalui kantor berita pemerintahnya, KCNA, menyatakan bahwa komentar-komentar Trump membawa situasi di Semenanjung Korea ke tepi jurang perang nuklir.
Dalam pemberitaan itu, Korut kembali menyuarakan ancamannya untuk menyerang Guam, wilayah AS yang terletak di Pasifik. Korut membeberkan detail rencana mereka untuk menembakkan empat rudal jarak menengah melintasi Jepang sebelum akhirnya menghantam Guam.

Di Guam sendiri terdapat satu pangkalan udara AS, instalasi Angkatan Laut, sekelompok penjaga pesisir, dan sekitar 6.000 personel militer. Dari sanalah AS mengerahkan pasukannya untuk misi-misi di Pasifik.

Gubernur Guam, Eddie Baza Calvo, sendiri mengaku tidak takut dengan ancaman Korut. Trump pun mengatakan kepada Calvo, "Kami bersama kalian seribu persen. Kalian aman."
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Silih Ancam AS-Korut