AS Deteksi Pergerakan Alat Pelontar Rudal Korut

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 16/08/2017 11:25 WIB
AS Deteksi Pergerakan Alat Pelontar Rudal Korut Ilustrasi pelontar rudal Korut. (KCNA/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satelit Amerika Serikat dilaporkan mendeteksi pergerakan alat pelontar yang dapat menembakkan rudal balistik jarak menengah.

Seorang sumber mengatakan kepada CNN, pergerakan ini "diyakini tidak berkaitan langsung dengan ancaman Korut untuk menyerang Guam, wilayah AS di Pasifik."

Meski demikian, sumber itu memastikan bahwa pergerakan ini akan terus diawasi secara ketat oleh militer AS yang bersiaga di beberapa titik.


Menurut Penasihat Keamanan Guam, George Charfauros, pergerakan pelontar rudal itu kemungkinan hanya cara Korut memamerkan kekuatan menjelang perayaan Hari Kemerdekaan mereka pada Selasa lalu.

Senator perwakilan Guam, Ray Tonorio, pun mengamini hal tersebut dengan berkata, "Dari apa yang kami dengar, tidak ada indikasi akan ada serangan rudal dalam waktu dekat maupun lama.
Tonorio pun menenangkan para warga Guam yang sempat panik karena sejumlah stasiun radio tanpa sengaja menyiarkan peringatan bahaya darurat selama 15 menit.

Otoritas menekankan, peringatan itu tersiar karena "kesalahan manusia". Menurut mereka, peringatan yang benar akan menjabarkan secara rinci jenis ancamannya.

Laporan ini datang tak lama setelah Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, memperingatkan bahwa serangan rudal Korut "dapat memicu perang dengan sangat cepat."

Pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, pun menunda rencana menembakkan empat rudal jarak menengah ke Guam untuk mengamati pergerakan AS selanjutnya.

Namun kemudian, Korut merilis foto yang memperlihatkan Kim sedang menunjuk peta rencana peluncuran rudal. Telunjuknya mengarah ke sekitar Guam.