Operasi Narkotik Filipina Tewaskan 32 Orang dalam Semalam

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 16/08/2017 15:48 WIB
Operasi polisi Filipina menewaskan 32 orang tersangka narkotik dalam semalam, menjadi rekor penggerebekan dengan korban jiwa terbesar sejauh ini. Ilustrasi pembunuhan tersangka narkotik di Filipina. (Reuters/Czar Dancel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan orang tewas dalam operasi Kepolisian Filipina yang dilakukan di berbagai lokasi sekitar Manila dalam semalam.

Peristiwa ini menjadi yang paling berdarah selama masa kepemimpinan Presiden Rodrigo Duterte yang menggalakan perang terhadap narkotik.

Pejabat senior Kepolisian Romeo Caramat pada Rabu (16/8) mengatakan 67 operasi polisi di berbagai bagian provinsi Bulacan itu menewaskan 32 tersangka. Sementara, sebanyak 109 orang lainnya ditangkap.


Operasi penggerebekan yang dilaksanakan dari Senin hingga Selasa (15/8) itu menjadi tindakan kepolisian dengan korban jiwa terbesar sejak 30 Juli lalu, di mana petugas menewaskan 16 orang, termasuk seorang wali kota, di kota bagian selatan. Demikian diberitakan The Guardian

Bulacan, provinsi berpenduduk sekitar 3,3 juta orang yang berada di utara Manila, telah mencatat banyak pembunuhan dan penangkapan tersangka kasus narkotik dalam beberapa bulan terakhir.

Duterte telah bersumpah akan melindungi polisi yang membunuh tersangka narkotik dalam keadaan-keadaan mencurigakan.
Catatan pemerintah menunjukkan bahwa sudah ada 3.451 "orang terkait narkotik" yang tewas sejak Duterte menjabat tahun lalu hingga 26 Juli kemarin

Meski sudah ditegur oleh kelompok pemerhati hak asasi manusia, Duterte tetap populer di Filipina. Padahal, kebijakannya berisiko berujung pada kejahatan terhadap kemanusiaan.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK