Peristiwa ini menjadi yang paling berdarah selama masa kepemimpinan Presiden Rodrigo Duterte yang menggalakan perang terhadap narkotik.
Pejabat senior Kepolisian Romeo Caramat pada Rabu (16/8) mengatakan 67 operasi polisi di berbagai bagian provinsi Bulacan itu menewaskan 32 tersangka. Sementara, sebanyak 109 orang lainnya ditangkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulacan, provinsi berpenduduk sekitar 3,3 juta orang yang berada di utara Manila, telah mencatat banyak pembunuhan dan penangkapan tersangka kasus narkotik dalam beberapa bulan terakhir.
Duterte telah bersumpah akan melindungi polisi yang membunuh tersangka narkotik dalam keadaan-keadaan mencurigakan.
Meski sudah ditegur oleh kelompok pemerhati hak asasi manusia, Duterte tetap populer di Filipina. Padahal, kebijakannya berisiko berujung pada kejahatan terhadap kemanusiaan.