Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal, Kamis (24/8), mengatakan Konsulat Jenderal di Jeddah mengetahui keberadaan Nenih berkat informasi dari simpul WNI dan penyelidikan kepolisian di kota Thaif.
Walau demikian, hasil penyelidikan polisi menyebut Nenih tidak mendapat siksaan dari majikan. Hal ini mengklarifikasi sejumlah foto wajah memar Nenih yang sempat beredar hingga membuat viral media sosial Facebook beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak datang ke Saudi pada 2008, NR [Nenih] tidak bekerja di rumah majikannya tetapi di rumah orang tua majikan bernama Muhammad Siraj Sulaiman. Selama bekerja, NR tidak pernah diberi hak cuti dan selalu ditunda kepulangannnya ke Indonesia," kata Iqbal dalam keterangan tertulis.
Merujuk pada hasil penyelidikan, Iqbal mengatakan wajah memar dan luka Nenih yang ramai dibicarakan di media sosial diderita karena kecelakaan ketika membersihkan tangga rumah Siraj, enam bulan lalu.
Foto yang tersebar di media sosial itu diambil oleh rekan Nenih, seorang warga Mesir. Foto itu pun dikirimkan kepada keluarga di Indonesia atas permintaan Nenih sendiri.
Lebih lanjut, Iqbal mengatakan KBRI Jeddah telah meminta kepolisian Thaif untuk mendesak majikan Nenih segara memenuhi hak-haknya, termasuk persyaratan kepulangan Nenih ke Tanah Air.
KJRI Jeddah juga telah meminta majikan untuk mengizinkan Nenih tinggal di tempat perlindungan KJRI sambil menunggu kepulangan ke Indonesia.
"Majikan menyanggupi permintaan KJRI tersebut. Pihaknya akan datang kembali dalam waktu dekat ke kantor polisi Thaif untuk membayar sisa gaji NR, menguruskan exit permit dan mengantarkan tiket kepulangannya," ujar Iqbal.
(aal)