CNNIndonesia.com belum bisa memverifikasi laporan tersebut secara independen. Namun, kantor Penasihat Negara Aung San Suu Kyi menyatakan pemimpin de facto Myanmar itu telah membatalkan kunjungan ke PBB karena ada ancaman teror di negaranya.
Sementara itu, meski ISIS sejauh ini belum memberikan pernyataan ancaman terbuka terhadap Myanmar, Center for Strategic and International Studies (CSIS) khawatir hal itu bisa saja terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hafiz Tohar mendirikan Aqa Mul Mujahidin dan dilatih di Pakistan oleh Lashkar E Tayyaba setelah direkrut oleh Abdu Qadoos Burmi, kepala Harkat ul Jihad al Islami-Arakan dari desa Kyauk Pyin Siek di Maungdaw pada 2014.
Dia menggabungkan kelompoknya dengan Pasukan Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) setelah dibentuk pada 2016 dan diyakini mengotaki serangan terhadap aparat Myanmar sejak 9-10 Oktober tahun lalu hingga 25 Agustus kemarin.
Dalam sebuah penggerebekan, tentara Bangladesh menemukan nomor kontak "Brigadir Ashfaq" dan "Mayor Salamat" dari kelompok teror ISI dan seorang perekrut ISIS di Irak. Intelijen Bangladesh kemudian memantau nomor-nomor tersebut dan memberikannya kepada badan intelijen eksternal India yang mempunyai kemampuan penyadapan regional.
Peta kekerasan Myanmar hingga akhir Agustus. Jumlah korban tewas kini diperkirakan mencapai 1.000 orang. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi) |
Dia menggabungkan kelompoknya dengan Pasukan Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) setelah dibentuk pada 2016 lalu dan diyakini mengotaki serangan terhadap aparat Myanmar sejak 9-10 Oktober tahun lalu hingga 25 Agustus kemarin.
Tohar mengatakan pasukannya sudah berada di posisi menyerang. Namun, dengan perencanaan dan mobilisasi yang butuh waktu panjang, serangan tidak mungkin bisa dilakukan sebelum tengah malam 24 Agustus.
[Gambas:Video CNN]
Percakapan itu dilakukan menggunakan bahasa sandi yang tidak bisa dipecahkan oleh intelijen Bangladesh dan baru bisa dibongkar oleh intelijen India.
Mereka menggunakan kode "Kala Admi" atau orang hitam, merujuk kepada mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan yang kini ditugaskan menyelidiki krisis Rohingya. Ashfaq meminta serangan itu dilakukan segera setelah Annan melaporkan hasil investigasinya.
Panggilan kedua pada 24 Agustus berlangsung selama 28 menit pada 14.13 waktu Bangladesh. Ashfaq bertanya kapan "Kala Admi" mempublikasikan laporannya. Tohar menjawab, hal itu akan dilakukan pada 15.00.
Ashfaq kesal dan memohon agar serangan dilakukan sesegera mungkin setelah matahari terbenam. Tohar mengatakan instruksi itu sudah diberikan tapi butuh waktu untuk mencapai pasukannya karena ARSA menggunakan kurir fisik dan menghindari penggunaan radio untuk menghindari deteksi.
Pada 18.02, masuk panggilan dari nomor Irak yang memperkenalkan diri sebagai "Al-Amin dari Daesh (ISIS)" kepada Tohar. Percakapan hanya berlangsung 14 menit.
Saat itu, ISIS meminta ARSA berjihad melawan kolonialis Burma, fanatik Buddha dan Hindu.
(aal)
Peta kekerasan Myanmar hingga akhir Agustus. Jumlah korban tewas kini diperkirakan mencapai 1.000 orang. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)