AS Tangguhkan Penjualan Senjata ke Pengawal Erdogan

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 19/09/2017 09:39 WIB
AS Tangguhkan Penjualan Senjata ke Pengawal Erdogan Ilustrasi. (Reuters/Jim Young)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat menangguhkan penjualan senjata bagi pengawal Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, setelah salah satu ajudannya menyerang demonstran di Washington pada Mei lalu.

"Penjualan ke pasukan keamanan personal Presiden Erdogan tidak seharusnya diterima, mengingat sejarah kekuatan berlebihan mereka," demikian pernyataan senator Patrick Leahy dan Chris Van Hollen, pihak yang mengajukan penangguhan itu.

Melalui keputusan ini, AS menangguhkan kesepakatan penjualan senjata dari perusahaan basis New Hampshire, Sig Saure, senilai US$1,2 juta untuk pasukan pengawal Erdogan.


Leahy dan Van Hollen mengajukan penangguhan tersebut setelah seorang ajudan dari Turki menyerang seorang demonstran anti-Erdogan di depan Kedutaan Besar Turki pada 16 Mei lalu, saat sang presiden berkunjung ke Washington.

"Kita harus menghentikan penjualan senjata ke unit Kepolisian Nasional Turki yang menahan dan menganiaya warga Turki yang secara damai mengkritik pemerintahnya," kata Leahy dan Van Hollen, sebagaimana dikutip AFP.

Sementara itu, proses hukum terkait insiden itu masih terus berlanjut. Hingga kini, aparat masih memburu 15 warga Turki dan dua orang Turki-Kanada, sementara dua orang berkebangsaan Turki-Amerika lainnya ditangkap pada 7 September lalu.

Menanggapi proses penyelidikan ini, Erdogan mengatakan, "contoh memalukan dari sistem peradilan Amerika."