"Dia berada di Dubai," ujarnya kepada wartawan, Kamis (28/9). Menurutnya, selama ini Kementerian Luar Negeri Thailand terus melacak keberadaan Yingluck.
"Polisi kini mesti mesti lanjut bekerja dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Interpol," kata Prayuth sebagaimana dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yingluck sedianya dijadwalkan untuk divonis pada 25 Agustus lalu, tapi dia tidak hadir dalam persidangan dan dinyatakan telah melarikan diri.
Orang-orang di sekitar Yingluck menyatakan ia melarikan diri ke luar Myanmar karena takut dijatuhi hukuman keras oleh pemerintah junta militer yang menggulingkannya dalam kudeta 2014.
Skema subsidi yang dipermasalahkan mendapatkan banyak dukungan di daerah pedesaan sehingga Yingluck bisa dengan mudah memenangi pemilu 2011 lalu. Namun, pemerintahan junta menyebutnya mengakibatkan kerugian $8 miliar.
Keluarga Shinawatra mempunyai dukungan besar di daerah-daerah pedesaan sehingga berhasil memenangkan setiap pemilu sejak 2001 lalu. Namun, lawan-lawannya menuding mereka terlibat dalam korupsi dan nepotisme.
Melalui skema yang dipermasalahkan, pemerintahan Yingluck membeli beras dari petani dengan harga di atas pasar, berujung pada penumpukan dan mengganggu harga komoditas dunia.