Erdogan: Ada Campur Tangan Israel di Balik Referendum Kurdi

Deddy S, CNN Indonesia | Minggu, 01/10/2017 02:32 WIB
Erdogan: Ada Campur Tangan Israel di Balik Referendum Kurdi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP PHOTO / ADEM ALTAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mensinyalir ada campur tangan intelijen Israel di balik referendum kemerdekaan Kurdi. Buktinya, kata dia, adanya pengibaran bendera Israel saat warga di Kurdistan merayakan referendum yang dimenangkan pendukung kemerdekaan.

“Pertunjukan ini memperlihatkan satu hal, bahwa pemerintahan itu memiliki sejarah dengan Mossad, mereka itu bergandengan tangan,” tutur Erdogan dalam sebuah pidato di televisi, seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (30/9). Dia mengatakan Turki sedih melihat warga Kurdi merayakan hasil referendum dengan bendera Israel.

Turki menolak hasil referendum itu dan mengancam menjatuhkan sanksi terhadap Kurdistan Irak. Mereka akan menutup perbatasan Turki-Kurdistan dan menghentikan transit minyak dari Kurdistan ke pelabuhan Ceyhan di selatan Turki.
Pada Jumat (29/9) kemarin, maskapai Turki: Turkish Airlines, Atlas, dan Pegasus telah menghentikan penerbangan mereka ke Kurdistan Irak sampai waktu yang tak ditentukan. “Warga Kurdi Irak akan membayar harga untuk referendum yang tak bisa diterima itu,” kata Erdogan.
 
Begitu pun Iran dan pemerintah pusat Irak. Mereka meningkatkan kewaspadaannya dan sama-sama menolak validitas referendum itu.


Iran dan Irak bahkan akan melakukan latihan militer bersama di dekat perbatasan, seperti dilansir Reuters dari televisi pemerintahan Iran, Sabtu (30/9). Latihan merupakan bagian dari upaya Teheran untuk mendukung Baghdad setelah pelaksanaan referendum kemerdekaan Kurdistan.
Televisi mengutip seorang juru bicara militer, yang mengatakan bahwa keputusan untuk menggelar latihan perang dalam beberapa hari mendatang itu diambil dalam pertemuan para komandan militer Iran.

Pertemuan itu juga menyepakati langkah-langkah untuk mengamankan perbatasan serta menerima pasukan Irak yang akan ditempatkan di pos-pos perbatasan.
 
Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) sendiri telah menolak menyerahkan kendali soal penyeberangan perbatasan kepada pemerintah Irak, seperti yang diminta Irak, Iran, dan Turki sebagai balasan atas referendum kemerdekaan.

Israel adalah satu-satunya negara yang secara terbuka mendukung negara Kurdi merdeka. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan mendukung upaya rakyat Kurdi untuk memiliki negaranya sendiri.