Donald Trump Sambangi Korban Selamat Teror Las Vegas

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 05/10/2017 02:40 WIB
Donald Trump Sambangi Korban Selamat Teror Las Vegas Donald Trump tiba di Las Vegas, Rabu (4/10), untuk bertemu dengan para korban selamat tragedi penembakan massal. (Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Las Vegas pada Rabu (4/10) untuk bertemu dengan para korban selamat tragedi penembakan massal yang paling mematikan dalam sejarah AS modern.

Melansir AFP, pesawat kepresidenan Trump mendarat di McCarran International Airport. Dalam kunjungan ini, sang kepala negara ditemani oleh istrinya, Melanie.

Trump, mengutip Reuters, mengunjungi University Medical Center di Las Vegas. Ia berbincang dengan para dokter dan korban selamat di sana. Sejumlah korban yang bertemu dengan Trump disebut "benar-benar cedera parah."


Trump pun memuji keberanian para korban selamat yang justru masih menyempatkan diri untuk menyelamatkan orang lain meski tengah dihujani tembakan dari atas.

"Dan mereka benar-benar terluka parah karena mereka menolak untuk pergi. Mereka ingin membantu orang lain karena mereka melihat orang berjatuhan," ujarnya.

Di saat yang sama, FBI mencoba menanyai Marilou Danley, kekasih pelaku penembakan, Stephen Paddock, mengenai motif kejahatan yang dilakukan pria itu.

“Kami akan memberikan penghormatan dan melihat kepolisian yang telah melakukan pekerjaan yang sangat fantastis dalam waktu yang sangat singkat,” ujar Trump saat meninggalkan Gedung Putih.


“Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi saya, secara pribadi,” katanya.

Marilou Danley kembali ke Amerika Serikat dari Filipina pada Selasa (3/10) malam dan disambut oleh agen FBI yang menunggu untuk mendengar apapun yang mungkin dia ketahui tentang motif pembantaian yang menyebabkan 59 jiwa melayang dan lebih dari 500 orang cedera itu.

“Mereka mendapatkan informasi lebih banyak lagi. Dan itu akan diumumkan pada saat yang tepat,” ujar Trump soal investigasi yang berlangsung.


Meskipun FBI sangat ingin berbicara dengan Danley, wanita berusia 62 tahun itu tidak ditahan. Dia diklasifikasikan sebagai “orang berkepentingan” bagi para penyidik dan bebas pergi ke manapun dia mau.

Dia berada di luar Amerika Serikat saat Paddock melepaskan tembakan dengan senapan bertenaga tinggi dari kamar hotel lantai 32 Mandalay Bay Resort and Casino ke arah kerumunan penonton festival musik di Las Vegas Strip.

Pihak berwenang sedang menyelidiki laporan bahwa saat berada di Filipina, Paddock mengiriminya uang senilai US$100 ribu atau setara Rp1,3 miliar.