Penembak Las Vegas Lakukan 200 Transaksi Mencurigakan

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 04/10/2017 13:59 WIB
Pelaku penembakan Las Vegas kerap dilaporkan atas transaksi mencurigakan atas jumlah besar, termasuk transfer US$100 ribu kepada kekasihnya. Ilustrasi. (Andrew Pons via StockSnap)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa hari setelah insiden penembakan di Las Vegas, aparat mulai mengantungi informasi penting mengenai sang pelaku, Stephen Paddock, salah satunya adalah transaksi finansial mencurigakan selama ia hidup.

Sejumlah sumber mengatakan kepada ABC News bahwa dalam tiga tahun belakangan, ada lebih dari 200 laporan transaksi mencurigakan, terutama yang dilakukan Paddock di kasino.

Kebanyakan laporan itu disampaikan oleh pihak kasino kepada Jaringan Aparat Kejahatan Finansial Kementerian Keuangan AS. Laporan itu memang biasa disampaikan jika ada seseorang yang mendepositkan uang lebih dari US$10 ribu dalam bentuk tunai.
Pihak berwenang mengatakan, laporan ini menunjukkan betapa seringnya Paddock berjudi dengan jumlah uang yang tak sedikit. Dalam satu transaksi misalnya, Paddock memenangkan US$40 ribu dari mesin uang kasino.


Namun, sumber tersebut mengatakan kepada ABC News bahwa Paddock merupakan "pejudi yang bertanggung jawab dan selalu membayar utangnya. Ia tidak punya utang atau masalah sama sekali."

"Intinya, pria ini memang pejudi, tapi saya tidak yakin ada bukti kuat untuk menunjukkan bahwa ia sedang dalam tekanan secara finansial ketika insiden ini terjadi," kata sumber itu.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian, ada sejumlah laporan transaksi mencurigakan lain yang kini sedang diselidiki oleh aparat penegak hukum Las Vegas, salah satunya berkaitan dengan kekasih Paddock, Marilou Danley.

Paddock dilaporkan mengirimkan US$100 ribu kepada kekasihnya yang berasal dari Filipina itu sebelum menjalankan aksinya pada Minggu (1/10). Namun, saat insiden itu terjadi, Danley sedang berada di Filipina.

Otoritas keamanan Filipina mengatakan, kini Danley sudah kembali ke AS. Aparat setempat pun langsung memburu Danley demi mendapatkan informasi detail mengenai penembakan yang disebut-sebut paling besar di sepanjang sejarah modern AS ini.