Dalam pernyataan kepada New York Times yang dikutip CNN, Senin (9/10), Corker mengatakan Trump menjalankan kepresidenan seperti "reality show" atau acara televisi, membuat ancaman sembrono terhadap negara lain yang membawa Amerika Serikat "ke jalur menuju Perang Dunia III."
Corker juga mengatakan Trump bertingkah "seolah dia sedang menjalani acara TV 'The Apprentice'" dan hal itu membuatnya khawatir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risiko yang diakibatkan tingkah laku Trump juga membuat khawatir sejumlah pejabat tinggi AS yang setiap hari berupaya untuk melindungi Sang Presiden dari instingnya sendiri, kata artikel tersebut.
"Saya tahu betul setiap hari Gedung Putih dihadapkan pada situasi untuk menangani tingkah lakunya," kata Corker.
Lihat juga:Donald Trump Isyaratkan Serang Korea Utara |
Menanggapi kritik terbuka Corker yang dilontarkan sebelumnya, pada Minggu pagi waktu setempat Trump menyerang melalui serangkaian kicauan dan mengaku telah menolak permintaan dukungan dari sang Senator untuk maju kembali sebagai anggota Kongres. Klaim itu ditampik oleh kepala staf Corker, Todd Womack, tak lama kemudian.
Senator Bob Corker (kanan) dan Donald Trump (kiri). (REUTERS/Joshua Roberts) |
Trump sempat mengatakan Corker bahwa dirinya akan memberi dukungan saat anggota Partai Republik asal Tennessee itu memutuskan akan pensiun, kata dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Memanasnya hubungan antara kedua pejabat ini semakin menunjukkan perbedaan antara Sang Presiden dan Partai Republik yang tak segan menyerang pemimpin pemerintahan karena tidak bisa meloloskan undang-undang perawatan kesehatan.
Hal ini juga terjadi sementara Trump bersiap menekan Kongres untuk meloloskan perombakan pajak. Belum lagi, ketegangan memuncak antara pengusaha properti itu dengan para anggota kabinetnya, terutama Menteri Luar Negeri Rex Tillerson yang berselisih paham terkait masalah Korea Utara.
Tillerson terus berkeras menyelesaikan permasalahan di Semenanjung Korea melalui jalan diplomasi, sementara Trump terus melontarkan ancaman-ancaman terhadap pemerintahan Kim Jong-un. Korut, di sisi lain, balik mengancam meluncurkan rudal balistik antarbenua atau ICBM nuklir yang bisa mencapai daratan utama AS.
Senator Bob Corker (kanan) dan Donald Trump (kiri). (REUTERS/Joshua Roberts)