Taliban Kembali Bom Pangkalan Militer Afghanistan, 43 Tewas

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 19/10/2017 17:40 WIB
Taliban Kembali Bom Pangkalan Militer Afghanistan, 43 Tewas Ilustrasi. (ThinkStock/Ciprian77)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya 43 tentara Afghanistan tewas akibat bom bunuh diri di pangkalan militer di Provinsi Kandahar, Kamis (19/10). Insiden ini merupakan serangan ketiga Taliban yang menyasar aparat keamanan negara itu dalam sepekan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan dua orang berhasil selamat tanpa luka sedikit pun dalam peristiwa yang terjadi di distrik Maiwand tersebut. Sementara itu, sembilan tentara luka-luka dan enam lainnya belum ditemukan.

Juru bicara Kemhan Afghanistan, Dawlat Waziri, mengatakan insiden bermula ketika para pelaku meledakkan setidaknya satu kendaraan militer Humvee berisi peledak hingga meluluhlantakkan markas militer tersebut.


"Kami telah mengirim kelompok untuk menangani situasi di tempat kejadian. Pangkalan militer itu berada di bawah kendali ANA [Tentara Nasional Afghanistan]," kata Waziri kepada AFP.
Tak lama, Taliban mengklaim penyergapan markas militer itu dalam sebuah pesan yang didapat media lokal. Kemhan menyebut 10 penyerang itu tewas di tempat kejadian.

Pengaruh serta kehadiran Taliban telah lama menjadi ancaman bagi pemerintah Afghanistan.

Insiden ini terjadi setelah sekitar 47 orang tewas dan 200 lainnya terluka dalam serangan bom Taliban di markas besar kepolisian Provinsi Paktia pada Selasa (17/10).
Selama sepekan terakhir, serangan Taliban telah memakan 100 korban tewas, termasuk tentara, polisi, dan warga sipil.

Sekitar awal Mei lalu, bom bunuh diri juga menyasar kompleks kedutaan besar Amerika Serikat di Kabul, menewaskan empat orang dan melukai 22 lainnya.

Taliban kerap meluncurkan serangannya di Provinsi Kandahar yang berbatasan langsung dengan Pakistan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menganggap wilayah ini sebagai salah satu tempat paling berbahaya di Afghanistan bagi warga sipil.