Menantu Trump Serahkan Dokumen Terkait Intervensi Rusia

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 03/11/2017 09:44 WIB
Menantu Trump Serahkan Dokumen Terkait Intervensi Rusia Jared Kushner menyerahkan sejumlah dokumen terkait dugaan intervensi Rusia dalam pemilu AS 2016. (Reuters/Jonathan Ernst/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus penasihat senior Gedung Putih, menyerahkan sejumlah dokumen kepada konsul khusus Robert Mueller beberapa pekan terakhir, sementara penyidik mulai memeriksa saksi-saksi terkait peran Kushner dalam pemecatan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey.

Para penyidik anak buah Mueller telah menunjukkan ketertarikan kepada Kushner dalam kasus dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum AS 2016, termasuk potensi upaya menghalangi penegakan hukum lewat pemecatan Comey, kata sejumlah sumber pada Kamis waktu setempat (2/11).

Pertanyaan soal Kushner memberi sinyal para penyidik tengah mencoba meraih lingkaran dalam Presiden dan memperluas investigasi melampaui tindakan yang dilakukan oleh pejabat-pejabat tingkat tinggi di Gedung Putih dalam kampanye pemilu 2016. Masih belum jelas apakah penasihat Kushner kepada Trump mungkin terkait dengan investigasi Rusia secara keseluruhan atau potensi menghalangi penegakan hukum.


Sejumlah sumber yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan bahwa berdasarkan pengetahuan mereka, Kushner bukan sasaran dalam investigasi tersebut.

Kushner secara suka rela menyerahkan sejumlah dokumen yang ia dapatkan dari kampanye dan masa transisi, dan dokumen-dokumen itu terkait dengan kontak apapun kepada Rusia, kata sejumlah sumber yang dekat dengan masalah ini. Dokumen-dokumen itu mirip dengan yang diserahkan Kushner kepada penyidik Kongres sebelumnya.

Dua sumber terpisah mengatakan kepada CNN bahwa penyidik telah memeriksa saksi-saksi lain soal peran Kushner dalam pemecatan Comey. Para penyidik juga menanyakan soal pernyataan yang dikeluarkan atas nama Donald Trump Jr terkait pertemuan di Trump Tower dan keadaan seputar kepergian pejabat-pejabat Gedung Putih lain, kata salah satu sumber.
Kushner menghadiri pertemuan pada Juni 2016 di Trump Tower antara petinggi tim kampanye Trump dan beberapa tokoh Rusia, termasuk seorang yang berhubungan dengan Kremlin. Pertemuan itu diadakan setelah Trump Jr diberi tahu bahwa pemerintah Rusia ingin menyampaikan informasi yang merugikan kandidat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Paul Manafort, kepala tim kampanye Trump.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pertanyaan tim Mueller soal Kushner bukan sebuah kejutan, dan Kushner sudah jelas akan jadi satu di antara orang-orang pertama yang ditanyakan oleh penyidik.

Pengacara Kushner tidak berkomentar soal ini. Gedung Putih menolak berkomentar. Juru bicara konsul khusus, Peter Carr, juga menolak untuk berkomentar.
Pertanyaan soal apakah--atau seberapa banyak--Kushner memengaruhi keputusan Presiden untuk memecat Comey bahkan masih menjadi perdebatan di sekitar Trump. Gedung Putih mengatakan Trump sendiri yang memutuskan mengambil langkah itu setelah melihat testimoni Comey pada 3 Mei, sementara Kushner dan orang-orang yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan Trump hanya mengikuti saran pihak lain. (aal)