ISIS Terjepit di Timur Suriah

Deddy S, CNN Indonesia | Minggu, 05/11/2017 00:03 WIB
ISIS Terjepit di Timur Suriah Asap membubung dari kota Deir Ezzor di timur Suriah saat pasukan pemerintah Suriah menggelar operasi untuk mengusir pasukan ISIS dari kota itu, Jumat (3/11). (AFP PHOTO / STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan Suriah dan aliansinya, pada Sabtu (4/11) sudah berkumpul di dekat kota perbatasan Suriah-Irak, Al Bukamal, untuk menahan pasukan ISIS. Seperti dilaporkan AFP, Al Bukamal adalah kota benteng pertahanan terakhir ISIS, setelah mereka kalah dalam berbagai pertempuran.

Sebelumnya, pasukan Suriah yang didukung Rusia, telah menguasai sepenuhnya Kota Deir Ezzor, pada Jumat (3/11). Kemenangan ini sangat signifikan bagi pemerintahan Suriah, meskipun ISIS sebetulnya belum sepenuhnya hengkang, mereka masih bercokol di beberapa kota kecil dan desa di dekat perbatasan Irak, di timur Suriah, seperti di Al Bukamal itu.

Pada hari yang sama Deir Ezzor jatuh, pasukan Irak juga telah merebut kembali kota Al-Qaim di barat Irak, yang dekat dengan perbatasan Suriah.


Kota Al-Qaim berada di sepanjang Sungai Eufrat di barat Irak dan berhadapan dengan Al Bukamal. Di kota perbatasan ini sebelumnya pasukan ISIS diperkirakan sempat menyusun kekuatannya kembali.

Sedang tentara Suriah dan kelompok milisi aliansinya, masih berada 30 kilometer jauhnya dari Al Bukamal, paramiliter Irak sempat mencoba menyeberangi perbatasan untuk menjatuhkan ISIS, kata kelompok monitor HAM Suriah.

"Pertarungan terjadi antara unit pasukan Hashed al-Shaabi melawan tentara ISIS di daerah Hiri,” kata Rami Abdel Rahman, pemimpin kelompok monitor yang berbasis di Inggris itu.

Hiri berada tepat di seberang perbatasan Al-Qaim, di pinggiran Al Bukamal. Kota Al Bukamal kini menjadi kota terakhir yang masih dikuasai sepenuhnya oleh pasukan ISIS. Abdel Rahman mengatakan pasukan ISIS masih bisa menahan pasukan Irak.

Perbatasan Lembah Eufrat adalah ‘jantung’ kekalifahan ISIS yang diproklamasikan pada 2014 dan kini menjadi pertahanan terakhir mereka. Diperkirakan ada 1.500 orang pasukan ISIS di sana.
 
Sebelumnya, seperti dilaporkan CNN, ISIS juga sudah melepaskan Raqqa, ibukota de facto kekalifahan ISIS, kepada pasukan milisi yang didukung Amerika Serikat, belum lama ini.

Warga Sipil Mengungsi
Serangan pararel di timur Suriah itu telah menyebabkan ribuan warga sipil harus mengungsi, bahkan sebagian mereka terpaksa mengungsi ke gurun.

Sonia Khush, Direktur Save The Children Suriah, mengatakan bahwa diperkirakan 350 ribu warga telah meninggalkan kediaman mereka, menyusul terjadinya serangan berkelanjutan terhadap ISIS di Provinsi Deir Ezzor. Setengahnya, kata Khush, adalah anak-anak.

“Situasi di kota dan pedesaan sekitarnya, sangat suram karena warga sipil terjebak di antara pertempuran dan terlalu sering terjebak dalam baku tembak," katanya.
(ded/ded)