Tawaran ini disampaikan melalui satu daftar dalam pernyataan resmi yang dilansir di laman resmi Pemerintah Kurdistan pada Selasa (24/10).
Daftar tersebut memuat tiga poin, dengan nomor dua berbunyi, "Membekukan hasil referendum yang digelar di Kurdistan, Irak."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan dan konfrontasi antara pasukan Irak dan Peshmerga [Kurdi] yang dimulai pada 16 Oktober lalu menyebabkan kerusakan di kedua belah pihak dan memicu pertumpahan darah, menimbulkan luka, dan kerusuhan sosial di antara komponen masyarakat Irak," tulis pemerintah Kurdistan.
Warga Kurdi yang berada di Kirkuk pun tak lepas dari persekusi, hingga akhirnya sekitar 100 ribu orang melarikan diri ke wilayah kekuasan Kurdistan lainnya, termasuk ibu kota mereka, Erbil.
Tak hanya menduduki kota, Irak juga mengambil alih kilang minyak utama di Kirkuk, pukulan besar bagi upaya KRG untuk membangun ekonomi setelah mendeklarasikan kemerdekaan. (has)