Saudi Bantah Kabar Raja Salman akan Turun Takhta

Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Jumat, 17/11/2017 19:20 WIB
Saudi Bantah Kabar Raja Salman akan Turun Takhta Presiden Joko Widodo (kanan) menggandeng Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud (tengah) saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/3). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta membantah kabar soal Raja Salman yang diberitakan akan turun tahta dalam waktu dekat dan mengangkat Putra Mahkota  Mohammed bin Salman sebagai penerusnya. Sejumlah media mengutip sumber yang tidak dapat dikonfirmasi mengabarkan Raja Salman akan mundur dan digantikan Putra Mahkotanya pekan depan.

“Pemberitaan itu tidak benar, semuanya hanya rumor,” kata Atase Pers Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Fawwaz Abdullah Al Othaimin, lewat pesan singkat kepada  CNNIndonesia.com, Jumat (17/11), tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Kabar mundurnya Raja Salman dari tahta kerajaan kembali muncul di sejumlah media Arab belakangan ini. Menurut kabar yang dilansir saluran televisi Iran, Press TV, Rabu (16/11), Raja Salman akan mengumumkan keputusan itu dalam waktu dua hari ke depan. 
Televisi negeri yang bermusuhan dengan Saudi itu mengutip sumber informasi dari Rai al-Youm, situs berita dan analisa dunia Arab. 

Saudi hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan terakit kabar tersebut. Namun, Press TV melaporkan bahwa stasiun televisi Saudi, Al-Arabiya, sempat mengumumkan kabar itu melalui akun Twitternya, namun tak lama dihapus.

Kabar mundurnya Raja Salman juga sempat muncul sekitar Juli lalu tak lama setelah dirinya memecat keponakannya, pangeran Mohammed bin Nayef, sebagai putra mahkota dan menunjuk anaknya, Pangeran  untuk mengisi jabatan itu.
Pada September lalu, radio Lebanon Al-Manar, mengutip sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan, juga melaporkan bahwa Raja Salman akan segera mundur karena alasan kesehatan.

Lebih lanjut, sejak Pangeran Salman menjabat sebagai putra mahkota, Saudi melakukan reformasi yang cukup mengguncang negara di Timur Tengah itu. Misalnya mulai memperhatikan hak kaum perempuan hingga menggencarkan operasi pemberantasan korupsi.

Sejauh ini, Komite Anti-Korupsi Saudi yang dipimpin Pangeran Salman telah menangkap 11 pangeran, empat menteri yang masih menjabat, dan puluhan bekas menteri.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, juga mengatakan bahwa operasi pemberantasan korupsi ini berlaku bagi seluruh pejabatan pemerintahan dalam berbagai tingkatan.

“Memang ada agenda pemerintah untuk memberantas korupsi yang tidak pandang bulu setinggi apapun tingkatannya. Karena nilai yang dikorupsi cukup tinggi dan semua diproses sama,” kata Al Shuaibi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/11).
(nat)