Pernyataan Mugabe ini membuat situasi politik Zimbabwe semakin tak menentu.
"Kongres partai berkuasa (ZANU-PF) akan berakhir dalam beberapa minggu dan saya akan memimpin prosesnya," kata Mugabe dalam siaran televisi seperti dilansir dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partai bahkan telah mengultimatum Mugabe untuk meletakkan jabatannya sebagai Presiden. Sosok berusia 93 tahun itu diberi waktu hingga Senin tengah malam waktu setempat untuk lengser.
Dilansir Reuters, petinggi ZANU-PF yang juga menjabat Menteri Keamanan Siber Zimbabwe, Patrick Chinamasa mengatakan jika itu tak dilakukan partai akan mendorong pemakzulan Mugabe.
Belakangan diketahui bahwa manuver militer tersebut bukan kudeta, melainkan upaya membersihkan lingkaran dalam Mugabe dari para koruptor.
Dalam pernyataan di televisi Mugabe bahkan didampingi oleh sejumlah jenderal militer yang sempat mengambil alih pemerintahan.
Presiden berusia 93 tahun itu tak sedikitpun bicara perihal keinginannya untuk melepaskan jabatan presiden. Dia justru memuji tiga pilar kekuasaan di negaranya yakni militer, ZANU-PF, organisasi veteran, serta menuntut pentingnya solidaritas nasional.
"Apapun pro kontra yang ada dan operasi yang dilakukan militer, saya sebagai panglima tertinggi mengakui kekhawatiran militer. Kita harus belajar memaafkan dan mengatasi kontradiksi nyata atau yang dirasakan berdasarkan semangat orang Zimbabwe," kata Mugabe.
"Pidatonya tak sesuai dengan kenyataan. Kami akan terus bergerak untuk pemakzulan dan meminta warga Zimbabwe turun ke jalan-jalan," ujar Chris Mutsvangwa, ketua organisasi veteran yang berpengaruh. (wis)