Pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas pernyataan yang dibuat oleh Menteri Energi Israel Yuval Steinitz itu. Juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun tidak merespons ketika ditanyai terkait hal tersebut.
Dalam wawancara dengan Army Radio yang dikutip Reuters pada Senin (20/11), Steinitz yang merupakan anggota kabinet keamanan Netanyahu, tidak menjelaskan kontak seperti apa yang dimaksud dan tidak merinci ketika ditanya mengapa Israel menyembunyikan hubungannya dengan Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Arab Saudi maupun Israel memandang Iran sebagai ancaman utama bagi Timur Tengah. Selain itu, kedua negara juga dispekulasi bisa bekerja sama di tengah peningkatan ketegangan antara Tehran dan Riyadh.
Mencari dukungan regional terkait kesepakatan Israel-Palestina, utusan perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah beberapa kali mengunjungi Arab Saudi semenjak ia menjabat awal tahun ini.
Dalam wawancara dengan Reuters pada Kamis, Menteri Luar Negeri Saudi Adel Jubeir merujuk pada inisiatif perdamaian Saudi ketika ditanya soal laporan kerja sama dengan Israel. Inisiatif itu pertama kali diadopsi liga Arab pada 2002 lalu.
"Kami selalu mengatakan bahwa jika konflik Israel-Palestina diselesaikan berdasarkan inisiatif perdamaian Arab maka Israel akan menikmati relasi normal, hubungan ekonomi, poliitik, diplomatik dengan semua negara-negara Arab, dan hingga hal itu terjadi, kami tidak punya hubungan dengan Israel," ujarnya.
Lihat juga:Arab Saudi Dukung Rekonsiliasi Hamas-Fatah |
Netanyahu telah menyuarakan dukungan tentatif untuk sebagian dari inisiatif tersebut, tapi masih banyak hal yang belum bisa disepakati oleh pihak Israel.
(aal)