AS Jatuhkan Sanksi untuk 13 Organisasi China dan Korut

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 09:44 WIB
AS Jatuhkan Sanksi untuk 13 Organisasi China dan Korut Ilustrasi. (Reuters/Toru Hanai)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat menjatuhkan sanksi untuk 13 organisasi China dan Korea Utara yang dituding berhubungan dagang dan membantu Pyongyang menghindari pembatasan nuklir.

Kementerian Keuangan AS mengumumkan langkah tersebut pada Selasa waktu setempat (21/11), sehari setelah Presiden Donald Trump kembali memasukkan Korea Utara ke dalam daftar negara pendukung terorisme.

Sanksi baru ini menunjukkan bagaimana pemerintahan Donald Trump berfokus mengusik perdagangan kedua negara dalam rangka menekan Korut agar menghentikan ambisinya mengembangkan peluru kendali berhulu ledak nuklir yang bisa mencapai AS.


"[Langkah] ini akan menjatuhkan sanksi dan hukuman lebih jauh untuk Korea Utara beserta orang-orang terkait dan mendukung kampanye tekanan maksimum kami untuk mengisolasi rezim pembunuh itu," kata Menteri Keuangan Steven T Mnuchin sebagaimana dikutip Reuters.

Melalui sanksi ini, tiga perusahaan China dimasukkan ke dalam daftar hitam: Dandong Kehua Economi & Trade Co, Dandong Xianghe Trading Co., dan Dandong Hongda Trade Co. Kementerian Keuangan menyebut ketiganya bersama-sama telah melakukan perdagangan senilai $750 juta dengan Korea Utara.

Selain itu, Sun Sidong dan perusahaannya, Dandong Dongyuan Industrial Co., juga dimasukkan ke dalam daftar hitam. Dalam laporan pada Juni lalu, think tank Washington, C4ADS, mengatakan firma Sun Sidong merupakan bagian dari jaringan perusahaan China yang berhubungan satu sama lain, bertanggung jawab atas sebagian besar perdagangan dengan Korea Utara.
Otoritas AS telah berulang kali mengincar perusahaan dan individu dari Kota Dandong yang berbatasan langsung dengan Korea Utara karena telah diduga berhubungan bisnis dengan negara tersebut.

Anthony Ruggiero, pakar Korea Utara di Foundation for Defense of Democracies, mengatakan China tidak menerapkan peraturan keuangan ketat di wilayah Dandong. Akibatnya, kawasan itu memancing sejumlah perusahaan yang tertarik meraup keuntungan dengan berdagang dengan Korut.
[Gambas:Video CNN]
Sanksi baru ini juga dijatuhkan kepada sejumlah perusahaan Korea Utara yang mengirim pekerjanya ke negara-negara seperti Rusia, Polandia, Kamboja dan China. Otoritas amerika Serikat menyatakan tengah berupaya untuk memotong aliran uang yang didapatkan Korea Utara dari ekspor tenaga kerja.

Selain mengincar sumber teknologi persenjataan, penjatuhan sanksi menandakan upaya pertama Amerika Serikat untuk menyerang perdagangan konsumen sehari-hari Korea Utara, kata Peter Harrell, pakar sanksi di Center for a New American Security.
"Kita menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan yang terlibat dalam perdagangan biasa," kata Harreell. "Itu adalah langkah logis dalam meningkatkan kampanye penekanan."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Heather Nauert mengatakan sanksi adalah bagian dari upaya mengisolasi Pyongyang lebih jauh dan menilai penjatuhan sanksi terhadap lebih banyak perusahaan-perusahaan China tidak akan membuat China enggan bekerja sama dalam masalah Korea Utara.

"Saya rasa langkah ini tidak mempertaruhkan apapun. Saya rasa dunia telah bersatu menghadapi masalah ini," ujarnya. "Kita punya hubungan baik dengan China. Itu tidak akan berubah."

(aal)