Berlusconi Gugat Larangan Menjabat ke Pengadilan HAM Eropa

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 23/11/2017 10:25 WIB
Berlusconi Gugat Larangan Menjabat ke Pengadilan HAM Eropa Eks PM Italia Silvio Berlusconi mengajukan gugatan ke Pengadilan HAM Eropa. (AFP Photo/Tiziana Fabi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melalui pengacaranya, mantan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menggugat hukuman yang melaranganya mengisi jabatan publik ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, berharap diberikan izin agar bisa kembali maju di pemilihan umum tahun depan.

Menggugat larangan menjabat akibat kasus penggelapan pajak 2013 lalu, salah satu pengacara Berlusconi mengatakan kepada pengadilan Strasborug bahwa kliennya yang sempat empat kali menjabat sebagai PM telah menerima hukuman berat bak seorang gladiator di Colosseum kuno Roma.

Hukuman itu berlaku hingga 2019 nanti.

Pengusaha media kaya raya itu kerap dirundung usai turun jabatan pada 2011 lalu di tengah skandal seks "bunga bunga," sementara utang Italia terus meningkat ke tingkat yang tidak berkesinambungan di puncak krisis zona euro.

Walau demikian, tokoh 81 tahun tersebut telah mendapatkan kembali cukup banyak dukungan menyusul operasi jantung terbuka tahun lalu, dan partai Forza Italia yang dia pimpin kini memegang peran kunci di koalisi kanan-moderat pemuncak survei menjelang pemilu.

Kasus "Berlusconi versus Italia" disidangkan oleh 17 hakim di Ruang Paripurna, yang biasanya digunakan sebagai masalah penting dan rumit. Berlusconi menyewa pengacara terkemuka dari London untuk mewakilinya dalam persidangan.
Berlusconi merupakan korban "politik ampiteater Roma di mana nasib seorang gladiator ditentukan oleh seberapa banyak jempol yang diacungkan," kata pengacara Edward Fitzgerald di pengadilan, sebagaimana dikutip Reuters.

"Jaminan prosedural dasar tidak cukup karena melakukan hal sedemikian masif dan kejam seperti menghilangkan mandat elektoral seorang pejabat terpilih, dan hak dari orang-orang yang memilihnya untuk diwakili orang yang mereka pilih."

Putusan mungkin tidak akan dijatuhkan dalam beberapa bulan yang akan datang. Meski sidang akhirnya memutuskan membela Berlusconi, dia mungkin tidak akan mempunyai waktu yang cukup untuk maju dalam pemilu yang dijadwalkan digelar pada Mei tahun depan.

(aal)