Pengamat: Serangan Udara Rusia Tewaskan 53 Warga Sipil Suriah

AFP, CNN Indonesia | Senin, 27/11/2017 10:42 WIB
Pengamat: Serangan Udara Rusia Tewaskan 53 Warga Sipil Suriah Ilustrasi serangan udara Rusia. (Ministry of Defence of the Russian Federation/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 53 warga sipil, termasuk 21 anak-anak, dilaporkan tewas ketika serangan udara Rusia menghantam "bangunan tempat tinggal" di sebuah desa yang dikuasai kelompok teror ISIS di Suriah.

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris menyatakan serangan tersebut menghantam desa al-Shafah di Deir al-Zor, di sisi timur Sungai Euphrates, pada Minggu waktu setempat, sebagaimana dilaporkan AFP pada Senin (27/11).

Organisasi pengamat tersebut mengandalkan jaringan sumber di Suriah, dan menyimpulkan pesawat negara mana yang melakukan serangan berdasarkan tipe, lokasi, pola penerbangan dan peluru yang digunakan.


Mereka semula melaporkan jumlah korban tewas mencapai 34 orang, tapi angka itu bertambah setelah banyak jenazah lain ditemukan.

"Jumlah korban bertambah setelah puing-puing dibongkar dalam operasi penyelamatan yang berlangsung sehari penuh," kata Rami Abdel Rahman, kepala Syrian Observatory for Human Rights kepada AFP. Dia mengatakan serangan itu menghantam "bangunan tempat tinggal."

Setidaknya 18 orang juga terluka dalam serangan udara tersebut, ujarnya.
Rusia adalah sekutu dekat Presiden Suriah Bashar al-Assad. Intervensi militer Beruang Merah sejak September 2015 membantu pemerintahan Damascus merebut kembali wilayahnya secara bertahap.

Provinsi Deir al-Zor adalah salah satu tempat terakhir yang ditempati kelompok teroris di negara ini. Pihak Assad belakangan sudah merebut sejumlah benteng pertahanan besar ISIS di kota lain, termasuk Raqqa yang sempat jadi ibu kota de facto kekhalifahan gadungan mereka.
Raqqa yang sudah hancur dihantam perang kini kembali dikuasai Suriah.Raqqa yang sudah hancur dihantam perang kini kembali dikuasai Suriah. (REUTERS/Erik De Castro)
Deir al-Zor yang kaya minyak dan berbatasan langsung dengan Irak di bagian timur Suriah itu sempat nyaris sepenuhnya dikuasai ISIS. Tapi mereka kini hanya memegang 9 persen dari wilayah tersebut, kata Observatory.

Mereka menghadapi dua serangan terpisah di sana, satu dipimpin oleh pemerintah Suriah yang dibantu Rusia, dan yang lainnya dipimpin oleh Pasukan Demokratik Suriah--aliansi pasukan Kurdi dan Arab yang yang didukung AS.
Lebih dari 340 ribu orang sudah kehilangan nyawa di Suriah sejak konflik yang dipicu oleh proters anti-pemerintah pecah pada Maret 2011 lalu.

(aal)