Keturunan WNI di Filipina akan dapat Kewarganegaraan RI

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 20:34 WIB
Keturunan WNI di Filipina akan dapat Kewarganegaraan RI Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir (kiri) bersama Direktur Perlindungan WNI dan BHI Lalu Muhammad Iqbal Songell. (ANTARA FOTO/ho/Suwandy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri RI mulai mengidentifikasi  dan memberikan status kewarganegaraan bagi sekitar 2.500 orang keturunan Indonesia yang telah lama tinggal di Pulau Balut dan Pulau Sarangani, Kepulauan Mindanao, Filipina Selatan.

Warga lokal Filipina menyebut keturunan WNI sebagai Suku Sangir. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyebut mereka sebagai Persons of Indonesian Descent (PID), di mana menurut sejarah hijrah ke Filipina Selatan sejak puluhan tahun lalu dari Sulawesi Utara. 

“Dalam waktu dekat, Menlu RI akan secara simbolik memberikan paspor bagi mereka [PID] yang ingin memilih menjadi WNI. Saat ini, Konsulat Jenderal RI di Davao sudah gencar melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah  untuk memberi kemudahan izin tinggal bagi para PID yang ingin memilih menjadi WNI sebelum paspor diberikan,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal Songell di Jakarta., Kamis (30/11).



Menurut Iqbal, pemerintah RI bekerja sama dengan UNHCR sedang melakukan proses identifikasi status kewarganegaraan sekitar 8.000 Suku Sangir sesuai kriteria yang disepakati Jakarta dan Manila, yakni antara Kementerian Hukum dan HAM RI dan Kementerian Kehakiman Filipina.

Proses tersebut penting untuk memverifikasi kelayakan ribuan keturunan Indonesia itu untuk mendapatkan status WNI. Menurut Iqbal, sebagian besar Suku Sangir tersebut sudah tidak tidak memiliki keluarga di daerah asal sehingga sulit menelusuri sejarah keturunan mereka.

Iqbal tidak menampik kemungkinan bahwa ribuan PID tersebut dapat dipulangkan ke Tanah Air. Namun proses itu, menurutnya, masih panjang.

“Prioritas pemerintah saat ini adalah menentukan status kewarganegaraan mereka dengan memberikan paspor. Setelah itu, baru kami akan lakukan pendataan untuk menghitung berapa dari PID ini yang ingin pulang. Pemulangan tentu bukan perkara mudah karena kita juga harus persiapkan pemerintah daerah di Indonesia untuk menerima mereka kembali,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, keturunan Indonesia yang tinggal di Filipina Selatan tersebut telah lama diketahui keberadaannya oleh pemerintah. Warga keturunan Indonesia itu bermigrasi ke Filipina Selatan mengikuti jejak nenek moyang mereka, yang kala itu berprofesi sebagai pelaut dan nelayan yang kerap menjelajahi Laut Sulawesi hingga Laut Sulu.

Seiring berjalannya waktu, para keturunan Indonesia itu mulai menempati pulau-pulau di sekitar Laut Sulu, Kepulauan Mindanao. Pola perpindahan ini disebut terjadi jauh sebelum Indonesia dan Filipina mulai menetapkan perbatasan antara kedua negara. (nat)