Michael Flynn Akui Diminta Trump Kontak Rusia

Resty Armenia, CNN Indonesia | Sabtu, 02/12/2017 01:42 WIB
Michael Flynn Akui Diminta Trump Kontak Rusia Mantan penasihat keamanan nasional AS Michael Flynn bersiap untuk bersaksi bahwa Trump telah mengarahkannya untuk melakukan kontak dengan para pejabat Rusia. (AFP PHOTO/POOL/JORGE SILVA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat Michael Flynn mengaku bersalah karena telah berbohong kepada FBI mengenai Rusia. ABC News menyebutkan, Flynn bersiap untuk bersaksi bahwa sebelum menduduki Gedung Putih, Presiden Donald Trump telah mengarahkannya untuk melakukan kontak dengan para pejabat Rusia.

Melansir Reuters, pada Jumat (1/12), Flynn, mantan pembantu utama kampanye Trump dan tokoh sentral dalam penyelidikan federal atas dugaan campur tangan Moskow dalam pemilihan presiden 2016 lalu, mengaku bersalah di bawah kesepakatan permohonan karena telah berbohong kepada FBI.

Keputusan Flynn untuk bekerjasama dengan investigasi yang dipimpin oleh Penasihat Khusus Robert Mueller menandai eskalasi utama dalam sebuah penyelidikan yang menyelimuti administrasi Trump sejak politisi Partai Republik itu menjabat pada Januari lalu.



ABC News mengutip seorang sumber terpercaya yang menyatakan Flynn siap untuk bersaksi bahwa Trump mengarahkannya untuk melakukan kontak dengan orang-orang Rusia. Awalnya, itu disebut sebagai cara untuk bekerjasama membasmi kelompok ISIS di Suriah.

Belum jelas kapan Trump seharusnya memberitahu Flynn untuk menghubungi orang-orang Rusia dan apakah akan ada sesuatu yang ilegal dalam meminta kontak semacam itu.

Flynn mengaku bersalah karena membuat pernyataan palsu tentang kontak yang dilakukannya pada Desember dengan Duta Besar Rusia untuk AS Sergei Kislyak selama masa transisi, setelah Trump terpilih sebagai kepala negara dan sebelum dia dilantik.

Dakwaan tersebut dapat mengantarkannya ke dalam jeruji besi selama lima tahun.


Gedung Putih menyatakan, permohonan pengakuan bersalah Flynn hanya melibatkan dirinya sendiri.

“Tidak ada permohonan pengakuan bersalah atau tuduhan yang melibatkan orang lain selain Tuan Flynn,” ujar Ty Cobb, pengacara Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan resmi.

Flynn dipaksa keluar dari jabatannya di Gedung Putih pada Februari lalu karena menyesatkan Wakil Presiden Mike Pence tentang percakapannya dengan Sergei Kislyak.

“Pernyataan-pernyataan palsu tersebut mencerminkan pernyataan-pernyataan palsu kepada para pejabat Gedung Putih yang mengakibatkan pengunduran dirinya pada Februari tahun ini," ujar Cobb.

Cobb menambahkan, permohonan pengakuan bersalah itu “membuka jalan untuk sebuah kesimpulan yang cepat dan masuk akal” bagi penyelidikan Mueller.


Moskow telah membantah sebuah kesimpulan badan intelijen AS yang menyebut mereka telah ikut campur dalam kampanye pemilihan dengan mencoba mempengaruhi suara dalam mendukung Trump.

Sementara, Trump juga telah membantah kolusi apapun dengan kampanyenya dan menyebut penyelidikan Mueller sebagai pencemaran nama untuknya.

Flynn mengatakan, keputusannya untuk mengaku bersalah dan bekerjasama dengan penyelidikan “dibuat demi kepentingan terbaik keluarga dan negara kita.”

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan firma hukum yang mewakilinya, Flynn pun mengatakan, “Menyakitkan untuk menanggung tuduhan palsu ‘pengkhianatan’ dan tindakan keterlaluan lainnya” dalam beberapa bulan terakhir. Namun, dia mengetahui bahwa “tindakan-tindakan yang diakuinya di pengadilan hari ini adalah salah.”

(res/res)