Kushner, Menantu Trump Minta Michael Flynn Hubungi Rusia

CNN, CNN Indonesia | Sabtu, 02/12/2017 05:55 WIB
Kushner, Menantu Trump Minta Michael Flynn Hubungi Rusia Jared Kushner, menanti Presiden AS Donald Trump sekaligus Penasihat Senior Gedung Putih. Sumber CNN menyatakan Kushner memerintahkan mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn untuk menghubungi Rusia. (Reuters/Jonathan Ernst/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Efek domino dari pengakuan mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn tampaknya akan segera bergulir. Flynn telah mengaku bersalah karena berbohong kepada badan intelijen federal Amerika Serikat (FBI). Kepada tim penyelidik, Flynn mengaku mendapat perintah dari anggota senior Tim Transisi Trump untuk menghubungi Rusia.

Adalah Jared Kushner, suami Ivanka Trump yang disebut-sebut sebagai anggota senior tersebut. Menantu Trump itu kini menjabat sebagai penasihat senior Gedung Putih.

Menurut informasi yang diterima CNN dari sumber yang dekat dengan isu tersebut, Kushner memerintahkan Flynn untuk menghubungi duta besar Rusia di Amerika Serikat, serta sejumlah anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK-PBB) lainnya, terkait voting tentang pemukiman ilegal Israel.
Pada sidang pemeriksaan Jumat (1/12), Flynn mengaku diperintahkan anggota senior tim transisi Trump untuk menghubungi sejumlah pejabat dari negara-negara anggota DK PBB, termasuk Rusia. Tujuannya untuk mengetahui apa sikap negara-negara itu terkait resolusi yang mengutuk aktivitas pembangunan permukiman ilegal Israel.


Sumber CNN menyatakan sejumlah pejabat termasuk Flynn, Reince Priebus, mantan Kepala Staf Gedung Putih dan Steve Banon, mantan penasihat senior Trump diperintahkan untuk menjegal voting resolusi DK PBB yang akan mengutuk pembangunan pemukiman ilegal Israel.

Dokumen pengadilan menjelaskan secara gamblang koordinasi antara Flynn dan penasihat Trump lainnya dalam menghubungi Rusia untuk mempengaruhi kebijakan internasional.

Flynn terancam hukuman maksimum lima tahun penjara, meski hakim menekankan bahwa mantan penasihat keamanan nasional Trump itu bisa dihukum lebih berat atau lebih ringan.
Adapun Kusher sendiri telah bertemu dengan tim khusus Robert Muller, yang menyelidiki soal keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016. "Kushner bekerja sama dengan seluruh penyelidikan terkait secara sukarela dan akan terus melakukan hal ini," kata Abbe Lowell, pengacara Kushner kepada CNN, Rabu lalu.

Menurut sumber CNN, pertemuan Kushner dengan tim Muller berlangsung kurang dari 90 menit. Tim Muller meminta Kushner untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan Kongres AS dan merinci sejumlah laporan media. Seorang sumber mengatakan percakapan itu secara prinsip bertujuan untuk menegaskan bahwa Kushner tidak punya informasi yang membebaskan Flynn. (nat)