Trump Mengaku Tahu Penasihatnya Bohong ke FBI

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Minggu, 03/12/2017 14:07 WIB
Trump Mengaku Tahu Penasihatnya Bohong ke FBI Donald Trump menyebut pemecatan Michael Flynn dilakukan karena mantan penasihat keamanan AS itu telah berbohong kepada FBI dan Mike Pence. (REUTERS/Lee Jin-man/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sudah tahu mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn berbohong kepada Badan Investigasi Federal (FBI) dan Wakil Presiden Mike Pence.

Hal itu diungkapkan pada Sabtu (2/12), setelah Flynn mengaku bersalah karena berbohong kepada FBI terkait hubungannya dengan Rusia. Dia mengaku berhubungan dengan sejumlah pejabat Rusia karena diperintah oleh Trump.

Trump mengatakan dirinya memecat Flynn pada Februari lalu karena telah berbohong kepada FBI. Dia pun berkeras sebenarnya mantan penasihatnya itu tidak melakukan kesalahan apa-apa. 


“Saya harus memecat Jenderal Flynn karena dia berbohong kepada wakil presiden dan FBI. Dia telah mengaku bersalah atas kebohongan tersebut,” ujar Trump melalui akun Twitter.

“Ini memalukan karena tindakannya selama masa transisi itu sah. Tidak ada yang bisa disembunyikan!”



Trump menganggap kontak yang dilakukan Flynn pada Desember 2016 lalu dengan Duta Besar Rusia untuk AS Sergei Kislyak adalah hal yang wajar. Kontak itu dilakukan selama masa transisi setelah Trump terpilih dan sebelum dilantik jadi presiden.


Pada Jumat lalu, Flynn mengaku bersalah berbohong dengan FBI tentang kontak yang dilakukannya dengan Duta Besar Rusia untuk AS Sergei Kislyak selama masa transisi.

Flynn merupakan figur paling senior yang didakwa dalam investigasi yang dipimpin Penasihat Khusus Robert Mueller mengenai dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun lalu.

"Apa yang telah ditunjukkan bukanlah kolusi, tidak ada kolusi," kata Trump kepada wartawan saat dia meninggalkan Gedung Putih untuk perjalanan ke New York. "Sama sekali tidak ada kolusi, jadi kami sangat senang."


Gedung Putih sebelumnya telah menyatakan, permohonan pengakuan bersalah Flynn hanya melibatkan dirinya sendiri --tanpa ada paksaan dari pihak lain.

“Tidak ada permohonan pengakuan bersalah atau tuduhan yang melibatkan orang lain selain Flynn,” ujar Ty Cobb, pengacara Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan resmi.

Flynn diminta mundur dari jabatannya di Gedung Putih pada Februari lalu karena dianggap menyesatkan Mike Pence tentang percakapannya dengan Sergei Kislyak.

“Pernyataan-pernyataan palsu tersebut mencerminkan pernyataan-pernyataan palsu kepada para pejabat Gedung Putih yang mengakibatkan pengunduran dirinya pada Februari tahun ini," ujar Cobb.

Cobb menambahkan, permohonan pengakuan bersalah itu “membuka jalan untuk sebuah kesimpulan yang cepat dan masuk akal” bagi penyelidikan Mueller. (gil/aal)