FOTO: Reaksi Pemberontak Houthi atas Kematian Abdullah Saleh

Reuters/AFP, CNN Indonesia | Selasa, 05/12/2017 19:11 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kematian Abdullah Saleh jadi pukulan telak bagi koalisi Saudi, sementara pemberontak Houthi bisa bersuka cita karena tokoh yang mengkhianatinya sudah tiada.

Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh tewas di tangan pemberontak Houthi setelah memutuskan berpisah dari pemberontak Houthi dan membela koalisi pimpinan Arab Saudi. (Reuters/Mohamed al-Sayaghi)
Kendaraan lapis baja yang ditumpangai Abdullah Saleh untuk melarikan diri dari Ibu Kota Sanaa menuju wilayah yang dikuasai loyalisnya rusak dihantam granat berpeluncur roket yang diluncurkan milisi Houthi.  (Reuters/Khaled Abdullah)
Para saksi mata menyatakan Abdullah Saleh dihabisi dengan cara ditembak hingga tewas. Kematiannya memupuskan harapan koalisi Saudi untuk mengakhiri perang dengan kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran, musuhnya di kawasan. (Reuters/Khaled Abdullah)
Sebaliknya bagi para pemberontak Houthi, kematian Abdullah Saleh malah menjadi dorongan moral dalam menghadapi pertempuran setelah sebelumnya dikabarkan kalah. (AFP Photo/Mohamed Huwais)
Milisi Houthi langsung bergerak cepat mengonsolidasi kekuatan dan kendali di Sanaa setelah bertempur hebat selama sepekan terakhir. (Reuters/Khaled Abdullah)
Kini, koalisi pimpinan Arab Saudi dihadapkan pada dua pilihan: terus bertempur atau berkompromi dan mengajak kelompok Houthi ke meja perundingan. (AFP Photo/Mohammed Huwais)
Sementara itu, para pemberontak bisa bersuka cita karena Abdullah Saleh, tokoh yang dianggap mengkhianati mereka kini sudah tiada. (AFP Photo/Mohammed Huwais)
Saat masih beraliansi, kelompok Houthi dan Abdullah Saleh mengusir pemerintahan Yaman yang diakui internasional dari Sanaa. Kini, keberpihakan para loyalis Saleh di masa depan diperkirakan akan berperan penting dalam menentukan berakhirnya perang saudara yang telah mendera negeri itu sejak 2015. (AFP Photo/Mohammed Huwais)