Situasi Memanas, KBRI Imbau WNI Tunda Kunjungan ke Palestina

Natalia Santi, CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 09:34 WIB
Situasi Memanas, KBRI Imbau WNI Tunda Kunjungan ke Palestina KBRI Yordania mengimbau WNI untuk menunda perjalanan ke Palestina karena situasi keamanan yang memanas pasca keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (REUTERS/Mussa Qawasma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman, Yordania mengimbau seluruh warga Indonesia (WNI) untuk menunda rencana kunjungan ke Palestina. Hal tersebut disampaikan mengingat situasi Palestina terus memanas pasca keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Rabu (6/12).

"Iya, KBRI sudah mengeluarkan travel advice (imbauan perjalanan), alasannya karena sejak kemarin terjadi aksi-aksi demonstrasi di kota-kota di Tepi Barat dan Gaza," kata Duta Besar Indonesia untuk Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto kepada CNN Indonesia, Jumat (8/12).

Dalam aksi-aksi tersebut juga telah terjadi bentrokan dengan aparat keamanan Israel. "Sedikitnya 100 warga sipil di Tepi Barat dan Jalur Gaza luka-luka," kata Andy.


[Gambas:Video CNN]

Dia memperkirakan situasinya akan terus meningkat, terutama setelah salat Jumat hari ini, termasuk di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Yordania itu.

Keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, disambut dengan aksi protes besar-besaran di sejumlah wilayah Palestina seperti Bethlehem, Ramallah dan Yerusalem. Aparat keamanan Israel berusaha membubarkan aksi demonstrasi itu dengan menggunakan peluru karet dan gas air mata.

Faksi Hamas Palestina, yang dianggap teroris oleh Israel dan Amerika Serikat juga menyerukan intifada atau perlawanan terhadap keputusan Trump yang kontroversial tersebut.


"Kami menyerukan intifada melawan musuh Zionis," kata Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas, Kamis (7/12). "Mari jadikan 8 Desember sebagai hari pertama intifada melawan penjajah."

Dunia muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berencana menggelar konferensi luar biasa membahas keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tersebut pekan depan di Istanbul, Turki. Presiden Joko Widodo memastikan diri bakal hadir dalam pertemuan yang rencananya dilaksanakan pada 13 Desember tersebut.

[Gambas:Video CNN] (nat)