FOTO: Korban-korban Hari Kemarahan di Perbatasan Gaza

Reuters & AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 09/12/2017 15:03 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan terluka setelah jet-jet tempur Israel menyerang pos militer di perbatasan Gaza. Serangan balasan itu justru mengenai penduduk setempat.

Penduduk Palestina menunggu di jalanan Beit Lahia, Gaza, setelah pasukan keamanan Israel menyerang pos militer menggunakan jet-jet tempur. Serangan itu menyebabkan 25 terluka, termasuk di antaranya enam anak-anak. (Anadolu/Mustafa Hassona)
Seorang penduduk Palestina menggendong putrinya yang terluka di rumah sakit di Gaza bagian utara. Pasukan keamanan Israel di Gaza menyatakan aksi itu merupakan respons atas serangan roket dari Gaza ke Israel. (REUTERS/Mohammed Salem)
Ketegangan antara Israel dan Palestina memuncak pada Jumat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menyatakan pengakuan atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pada Jumat bergelora demonstrasi di Palestina dan hari itu disebut dengan Hari Kemarahan (a day of rage). (AFP PHOTO / MOHAMMED ABED)
Seorang anak perempuan yang terluka karena serangan udara oleh Israel. Sebelumnya, setidaknya dua tewas dalam bentrokan antara pasukan Israel dan demonstran Palestina, ketika ribuan penduduk Palestina memprotes keputusan presiden AS Donald Trump. (REUTERS/Mohammed Salem)
Gempuran Israel itu diklaim sebagai tanggapan atas serangan enam roket yang ditembakkan dari daerah pesisir menuju Israel selatan. (REUTERS/Mohammed Salem)
Ketegangan bukan hanya terjadi di Gaza atau Palestina, tapi juga di negara-negara muslim yang memprotes kebijakan kontroversial Donald Trump tersebut. Aksi demonstrasi pun terjadi di sejumlah negara. (AFP PHOTO / MOHAMMED ABED)
Bentrokan antara tentara Israel dan pendudul Palestina saat demonstrasi juga menyebabkan dua orang tewas dan 155 lainnya terluka, dengan dua di antaranya berada dalam kondisi kritis. (Anadolu/Mustafa Hassona)
Korban tewas pertama adalah karena ditembak mati prajurit Israel di dekat perbatasan Gaza, sementara korban kedua tewas karena terluka dalam bentrokan.   (REUTERS/Mohammed Salem)
Untuk merespons kebijakan Trump, negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI akan bertemu pada 13 Desember mendatang, sementara Dewan Keamanan PBB juga akan meggelar sidang darurat. (AFP PHOTO / MOHAMMED ABED)