Periksa Kesehatan, Mugabe Bertolak ke Singapura

Lavinda, CNN Indonesia | Rabu, 13/12/2017 05:23 WIB
Periksa Kesehatan, Mugabe Bertolak ke Singapura Mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe bertolak ke Singapura untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. (AFP PHOTO / Jekesai NJIKIZANA).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe bertolak ke Singapura untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Mugabe meninggalkan Harare bersama istrinya, Grace dan para pembantunya pada Senin petang (11/12) waktu setempat. Ia dijadwalkan singgah di Malaysia, tempat putrinya bernama Bona sedang menunggu masa kelahiran anak kedua.

Pejabat keamanan enggan mengungkapkan proses Mugabe melakukan perjalanan ke Singapura, kendati surat kabar harian swasta NewsDay mengatakan Mugabe berangkat menggunakan pesawat milik maskapai penerbangan negara, Air Zimbabwe.

Pejabat keamanan negara seperti dilansir Reuters menyebutkan, keberangkatan Mugabe itu merupakan perjalanan luar negeri yang pertama sejak ia dipaksa militer untuk mundur dari jabatan sebagai Presiden Zimbabwe bulan lalu.


Mugabe sebenarnya dijadwalkan berangkat ke Singapura pada 16 November lalu, namun saat itu ia tidak bisa pergi karena militer telah menahannya di kediaman pribadinya pada hari sebelumnya.

Berdasarkan Undang-undang Pensiun dan Manfaat Pensiun Presiden Zimbabwe, seorang mantan kepala negara mendapatkan berbagai fasilitas, termasuk perjalanan ke luar negeri secara terbatas dan asuransi kesehatan.

Mugabe (93 tahun) sebelumnya memimpin negara di Afrika bagian selatan itu selama 37 tahun dan menjadi kepala negara tertua di dunia.

Ia kemudian mengundurkan diri setelah militer dan partai berkuasa tempatnya berasal, ZANU-PF, berbalik menentangnya ketika terlihat bahwa istri Mugabe, Grace (52 tahun), sedang dipersiapkan untuk menjadi penggantinya.

Mugabe sebelumnya dikenal kerap melakukan perjalanan ke luar negeri dengan biaya mahal, termasuk untuk pemeriksaan kesehatan berkala ke Singapura. Gaya hidupnya itu memunculkan kemarahan di kalangan rakyatnya yang miskin.

Kepergian Mugabe berarti bahwa ia tidak akan berada di Zimbabwe ketika ZANU-PF mengesahkan Presiden Emmerson Mnangagwa sebagai pemimpin serta kandidat presiden untuk pemilihan tahun depan. Pengesahan itu akan dilangsungkan dalam kongres istimewa selama satu hari pada Jumat (15/12).

Melalui kesepakatan untuk mundur, Mugabe mendapat kekebalan hukum dan jaminan keamanan.

Kesepakatan itu membuat banyak kalangan di Zimbabwe marah dan menuduhnya telah mencuri kekayaan negara serta menghancurkan perekonomian selama ia berkuasa.
(lav/lav)